Santriwati di Lombok Tengah Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Petinggi Ponpes

Santriwati di Lombok Tengah Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Petinggi Ponpes

Ilustrasi Pelecehan Terhadap Wanita--

MATARAM, DISWAY.ID - Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram menerima laporan dari lima orang santriwati dan mantan santriwati salah satu pondok pesantren di Praya Lombok Tengah yang menjadi korban pelecehan seksual oleh terduga salah satu petinggi pondok pesantren tersebut. 

Ketua BKBH Unram Joko Jumadi mengatakan, para korban mengaku dilecehkan bahkan di antara mereka mengaku pernah disetubuhi oleh diduga petinggi pondok pesantren berinisial MTF.

Tiga orang di antaranya mendatangi Kantor BKBH untuk memberikan keterangan.

BACA JUGA:Menguak Sejarah dan Makna Hari Santri Nasional: Perjuangan yang Tak Terlupakan  

"Kami belum tahu berapa banyak korban. Tapi yang jelas pada Jum'at dan Sabtu kemarin ada tiga orang yang datang sehingga totalnya lima orang yang melaporkan kasus itu. Tiga di antaranya sudah melapor ke Polres Lombok Tengah," ujar Joko Jumadi kepada wartawan Selasa 20 Januari 2026.

Dia menduga korban kekerasan seksual diduga dilakukan oleh  petinggi pondok pesantren itu akan terus bertambah.

Dia berharap para korban segera melaporkan kasus itu kepada yang berwajib.

Joko mengatakan, dalam aksinya, terduga pelaku mengiming-imingi korbannya untuk didoakan agar selamat. 

BACA JUGA:Diiming-Imingi Kerja ke Australia, Guru SMP di Lombok Barat Jadi Korban Dugaan Penipuan

Pelaku juga menjamin keamanan para korbannya. Pada saat itulah terduga pelaku menjalankan aksinya dengan melakukan tindakan pelecehan. "Saya yakin Polres Lombok Tengah segera menuntaskan kasus ini," paparnya. 

Joko juga mendorong para korban baik yang saat ini masih menjadi santriwati maupun mantan santriwati untuk segera bersuara.

Pihaknya menjamin tidak akan membocorkan identitas korban kepada pihak manapun. 

BACA JUGA:Menjelang Hari Guru Nasional 2025, Yuk Bagikan Ucapan Terbaik untuk Para Guru

Kasus ini bermula ketika rekaman audio yang menceritakan tentang seorang ustadzah terlibat hubungan intim dengan petinggi ponpes tersebut.

Sumber: