Indonesia Jajaki Kemitraan Strategis dengan University of Oxford
--
NTB, DISWAY.ID — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjajaki penguatan kemitraan strategis di bidang Pendidikan tinggi, riset, dan layanan kesehatan dengan University of Oxford sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem Pendidikan tinggi nasional melalui kolaborasi global.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dengan delegasi University of Oxford di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Brian menyampaikan sejumlah agenda strategis nasional, khususnya penguatan layanan kesehatan nasional berbasis pendidikan tinggi.
BACA JUGA:International Professors Summit 2026 Universitas Malahayati Dapat Apresiasi Kemendikdasmen
Salah satu fokus utama adalah rencana pembangunan fakultas kedokteran terintegrasi di berbagai wilayah Indonesia sebagai langkah memperluas akses layanan kesehatan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia medis, serta mengurangi ketergantungan masyarakat pada layanan kesehatan di luar negeri.
“Kami sangat berharap pertemuan ini menjadi pembuka kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan University of Oxford, khususnya dalam penguatan pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan teknologi kesehatan. Sebagaimana arahan Presiden, kami merencanakan pembangunan sepuluh fakultas kedokteran di berbagai pulau di Indonesia yang terintegrasi dengan rumah sakit pendidikan berkelas dunia,” ujar Menteri Brian.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh perwakilan tujuh Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
BACA JUGA:International Professors Summit 2026 Resmi Dibuka oleh Rektor Universitas Malahayati
Pada kesempatan tersebut, perwakilan PTNBH memaparkan usulan konsep kerja sama serta sejumlah topik riset potensial yang relevan dengan kebutuhan nasional dan keunggulan University of Oxford.
Usulan tersebut dirancang sebagai model kolaborasi awal yang ke depan akan diperluas untuk melibatkan lebih banyak perguruan tinggi di Indonesia, sehingga kemitraan internasional dapat memberikan manfaat yang lebih merata dan sistemik.
Kolaborasi dengan Oxford diharapkan mencakup pengembangan kurikulum, riset bersama, inovasi teknologi kesehatan, pertukaran akademisi, serta penguatan kapasitas institusi.
BACA JUGA:Gelar Kuliah Umum di Universitas Udayana, BTN Ajak Generasi Muda Dalami Pembiayaan Hijau
Selain itu, peluang kerja sama juga terbuka pada bidang prioritas seperti vaksin, kecerdasan artifisial kesehatan, diagnostik penyakit, data kesehatan, hingga penguatan riset penyakit menular seperti tuberkulosis.
Delegasi University of Oxford, Heidi Johansen-Berg menyambut positif inisiatif kolaborasi ini, dan menilai Indonesia memiliki visi besar dalam pengembangan pendidikan tinggi dan sistem kesehatan.
Sumber: