Arus Mudik Tiba, Pakar Sarankan Gunakan Angkutan Massal untuk Kurangi Polusi Udara

Arus Mudik Tiba, Pakar Sarankan Gunakan Angkutan Massal untuk Kurangi Polusi Udara

Tips aman dan nyaman selama mudik Lebaran--Jasa Marga

NTB, DISWAY.ID - Arus mudik Lebaran yang meningkat setiap tahun berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, salah satunya peningkatan polusi udara.

Lonjakan mobilitas masyarakat selama periode tersebut menyebabkan penggunaan kendaraan bermotor meningkat signifikan.

Pakar Pengelolaan Lingkungan dan Pencemaran IPB University, Prof Hefni Effendi, menyarankan masyarakat untuk mempertimbangkan penggunaan angkutan massal guna mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, khususnya polusi udara.

BACA JUGA:Mudik di Ruas Tol Jabodetabek, Peningkatan Kendaraan Mulai Tercatat di Gerbang Tol Cileunyi

Menurutnya, bertambahnya penggunaan kendaraan pribadi saat mudik dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca akibat pembakaran bahan bakar fosil.

“Dengan meningkatnya penggunaan mobil dan motor pribadi, serta penambahan frekuensi kereta api, bus, dan penerbangan, emisi gas rumah kaca dan jejak karbon transportasi akan turut meningkat,” ujarnya.

Ia menilai, penggunaan angkutan umum massal merupakan pilihan yang lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan.

BACA JUGA:Waspada! Kredit Koperasi Macet, Dana Desa Terancam Tersedot Habis!

Dengan demikian, potensi pencemaran udara dan kebisingan dapat ditekan.

Di sisi lain, Prof Hefni juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi massal agar semakin diminati masyarakat.

Menurutnya, fasilitas angkutan umum perlu terus ditingkatkan, mulai dari ketepatan waktu, kenyamanan, keamanan, hingga perluasan tujuan perjalanan.

“Penyediaan fasilitas ini bisa didorong dengan pemberian insentif kepada penyelenggara angkutan massal, baik BUMN maupun swasta,” katanya.

BACA JUGA:Tak Disangka, Ujicoba Jalur Tol Gratis ini Kurangi Kemacetan Sampai 38%

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah yang kembali membuka ruang kebijakan work from home (WFH) dan work from anywhere (WFA) bagi para karyawan menjelang Lebaran.

Sumber: