RAKERDA IV IWAPI LAMPUNG : “INOVASI PANGAN LOKAL GO DIGITAL, KEKUATAN EKONOMI DAERAH”

RAKERDA IV IWAPI LAMPUNG : “INOVASI PANGAN LOKAL GO DIGITAL, KEKUATAN EKONOMI DAERAH”

NTB.DISWAY.ID - KADIN Provinsi Lampung menghadiri undangan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV DPD IWAPI Provinsi Lampung Tahun 2026 di Gedung Graha Surya, Bandar Lampung, Kamis 27 Agustus 2026.

Rakerda mengusung tema “IWAPI Lampung: Inovasi Pangan Lokal Go Digital” dan diikuti pengurus DPD IWAPI dari seluruh kabupaten/kota, pelaku UMKM, serta sejumlah mitra strategis.

Kegiatan tersebut juga  penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bank Lampung dengan IWAPI Lampung untuk permodalan usaha anggota IWAPI, yang disaksikan  oleh Gubernur Lampung Mirzani Djausal, Ketua Umum DPP. IWAPI, serta Kadin Lampung.

Acara pembukaan dengan sambutan dari Ketua Umum   DPD. IWAPI  Lampung  -  Dr. Hj. Armalia Reny AS, Ketua Umum DPP. IWAPI - Ir. Nita Yudi, MBA,  Ketua Umum Kadin Provinsi Lampung  Dr.Muhammad Kadafi, SH.. MH, yang diwakili H. Irfan Gani, SE., MM  (WKU Bidang Perbankan & Lembaga Keuangan Non Bank Kadin Lampung), dan diakhir Gubernur Lampung  Ir. Mirzani Djausal, ST., MM.  dan sekaligus membuka acara Rakerda IV DPD.IWAPI Lampung.

“Dunia usaha khususnya akan tumbuh ketika pelaku-pelaku usaha yang ada  kreatif dalam menjalankan usahanya, pada posisi ini Organisasi antara pengusaha,yaitu Iwapi memiliki peran penting dalam mewujudkan dunia usaha yang mandiri, Inklusif, kreatif dan kolaboratif, ditengah kemajuan teknologi digital saat ini”, jelas Ketua Umum Kadin Provinsi Lampung dalam sambutannya yang diwakili H. Irfan Gani, SH.,MH.  

“Untuk itu, peran Iwapi  dituntut mampu menkreasikan potensi ekonomi daerah Lampung, oleh karenanya melalui Rakerda ini,  diharapkan mampu dirumuskan hal-hal penting menyangkut program kerja Iwapi Lampung melalui Rakerda tahun ini. Kadin  berharap Bandara Raden Intan dengan status Bandara Internasional, agar bermanfaat luas bagi lalu lintas barang produk daerah Lampung dan potensi” jelasnya lebih lanjut.

“IWAPI mengambil peran dalam mengolah komoditas unggulan seperti singkong, jagung, dan padi agar tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Hilirisasi, lanjutnya, dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah komoditas, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat”, jelas Gubernur Lampung. 

Disisi lain mendukung pengembangan usaha, Kyay Mirza juga mendorong penguatan akses permodalan bagi pelaku UMKM. Beliau meminta Bank Lampung menyiapkan skema pembiayaan dengan dukungan bunga hingga 0 persen bagi pelaku usaha, khususnya anggota IWAPI yang bergerak di sektor hilirisasi pangan.

Sumber: