Bersama 1.000 Difabel, Kemendikdasmen Tegaskan Penguatan Pendidikan Inklusif Tahun 2026

Sabtu 14-03-2026,21:31 WIB
Reporter : Marieska Virdhani
Editor : Marieska Virdhani

Penampilan tersebut menjadi ruang ekspresi sekaligus menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk berkarya dan berpartisipasi aktif di ruang publik. 

Dalam kesempatan yang sama, Mendikdasmen turut meluncurkan komunitas PijatMu, sebuah inisiatif Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menghimpun para terapis pijat tunanetra di lingkungan Muhammadiyah.

Program ini bertujuan memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas, serta mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pengembangan keterampilan dan perluasan akses layanan kesehatan alternatif bagi masyarakat.

Selain itu, diperkenalkan pula program mudik gratis bagi penyandang disabilitas yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan Ceria, dengan penyediaan layanan transportasi bagi peserta yang akan pulang ke kampung halaman.

Kemendikdasmen juga memberikan bantuan berupa paket sembako, perlengkapan ibadah, baju koko untuk anak-anak, serta Al-Qur’an Braille guna mendukung aktivitas ibadah para peserta selama Ramadan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan inklusif tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui praktik nyata kepedulian sosial yang menghadirkan ruang kebersamaan bagi semua.

Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat empati sekaligus meneguhkan komitmen bahwa tidak ada satupun anak Indonesia yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan. 

Kategori :

Terpopuler