Marak Kematian Gajah Sumatera, Perburuan Satwa Liar Rendahkan Martabat Indonesia

Jumat 13-03-2026,01:58 WIB
Reporter : Marieska Virdhani
Editor : Marieska Virdhani

NTB, DISWAY.ID - Kematian gajah sumatra asal Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang menjadi korban perburuan liar mencerminkan betapa kronisnya perburuan satwa liar di Indonesia.

Gading korban perburuan yang berakhir di Solo menunjukkan bahwa perburuan liar bukan sekadar kasus sporadis untuk bertahan hidup semata, melainkan melibatkan sindikat yang menangguk rezeki besar dari kegiatan ilegal ini.

Tindakan pemburu liar ini tergolong sangat sadis karena gajah yang ditemukan oleh aparat keamanan diperkirakan berusia 40 tahun dalam kondisi belalai dan gadingnya hilang.

Padahal gajah sumatra ini merupakan satwa liar yang dilindungi.

BACA JUGA:Bandara Amman Mineral Gerbang Baru Pariwisata dan Perdagangan NTB

Kerja aparat yang berhasil menangkap para pelaku ini sekaligus menyadarkan kita semua bahwa kenyataan sindikat perburuan liar ini sudah akut di Indonesia karena melibatkan berbagai pihak seperti pemburu, eksekutor penembak, pemodal, pemilik amunisi, perantara, hingga penadah gading.

Gading gajah seberat 7,6 kilogram tersebut dijual ke beberapa perantara dan ironisnya satwa liar yang dilindungi ini harus meregang nyawa hanya karena gadingnya dibuat pipa rokok yang diproduksi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

BACA JUGA:Pemprov NTB Dorong Integrasi Program Nasional dengan Koperasi Desa

Akutnya Perburuan Ilegal

Perdagangan satwa liar di Indonesia tergolong akut karena melibatkan jaringan internasional yang terorganisasi.

Kasus terbaru menunjukkan bahwa satwa dilindungi dari Kalimantan dan Papua diselundupkan melalui pasar gelap hingga ke Thailand, India, Malaysia, Vietnam, bahkan Eropa. 

Hal ini menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga sumber utama dalam rantai perdagangan global satwa liar. Pemerintah menilai kejahatan ini sebagai ancaman serius terhadap ekosistem nasional dan keberlanjutan biodiversitas.

BACA JUGA:Pesan Gubernur NTB di Momen Salat Idulfitri, Jelaskan Makna Kemenangan

Faktor Pendorong Maraknya Perburuan Satwa Liar 

Perburuan satwa liar yang sudah dalam kondisi akut ini tentunya bukanlah kejadian yang spontan.

Juga bukan hanya alasan untuk bertahan hidup seperti yang sering terungkap di pengadilan.

Beberapa faktor yang membuat perburuan dan perdagangan satwa liar terus marak antara lain: ringannya hukuman dan denda sehingga tidak menimbulkan efek jera bagi pelakunya.

Kategori :

Terpopuler