Karena bukan pengganti obat medis, ia menegaskan bahwa konsumsi minuman fungsional tetap harus diiringi dengan pola hidup sehat dan mengikuti anjuran tenaga medis.
Selain memberikan manfaat kesehatan, inovasi ini juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui skema hilirisasi dan pemberdayaan pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM).
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Menguat, Para Ahli Bongkar Akar Risiko Banjir Indonesia
“Peluang hilirisasi sangat terbuka, terutama melalui UMKM. Namun proses produksinya harus mengikuti standar cara produksi obat tradisional yang baik (CPOTB) agar dapat didaftarkan secara resmi,” tutupnya.
Melalui inovasi ini, Prof Ahmad berharap produk berbasis riset tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga mendorong berkembangnya industri pangan fungsional berbasis bahan alami di Indonesia.