Intip Geliat Ekonomi Desa di Desa Berdaya NTB

Minggu 31-05-2026,15:05 WIB
Reporter : Marieska Virdhani
Editor : Marieska Virdhani

BACA JUGA:200 Desainer Tampil di Moscow Fashion Week Bakal Usung Sustainable Style

Sementara itu, Kepala Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Zohri Azizan, menyampaikan bahwa bantuan sebesar Rp300 juta yang diterima desanya akan diarahkan untuk mendukung pengembangan ketahanan pangan, pariwisata, dan pelestarian lingkungan sebagai sektor yang memiliki dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Pringgasela telah siap melaksanakan program tersebut dengan melibatkan masyarakat yang memiliki pengalaman dan pemahaman sesuai bidang yang menjadi fokus kegiatan.

"Program Desa Berdaya sangat baik untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), terutama di tengah tantangan fiskal yang dihadapi desa saat ini. PADes yang kuat akan menjadi penopang bagi realisasi berbagai program prioritas yang telah diusulkan masyarakat melalui Musrenbang Desa," ujarnya.

Kepala Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Agus Muliadi, juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi NTB kepada desanya sebagai penerima Program Desa Berdaya Tematik.

Menurutnya, bantuan sebesar Rp300 juta tersebut akan difokuskan pada penguatan sektor ketahanan pangan dengan melibatkan tokoh masyarakat, kalangan pemuda, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar pelaksanaannya berjalan secara partisipatif dan berkelanjutan.

BACA JUGA:Didesak Asosiasi Pemuda, Pemprov Janji Perketat Izin IPR Pertambangan di NTB

"Program ini sangat baik untuk mendorong kemajuan desa dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Ke depan, kami berharap koordinasi dan pendampingan lintas sektor semakin diperkuat dengan melibatkan perangkat daerah terkait di tingkat kabupaten maupun kota sehingga pelaksanaannya berjalan lebih efektif dan tepat sasaran," katanya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari masyarakat. Jamiludin, salah seorang pengelola budidaya ikan nila BUMDes Desa Masbagik Utara Baru, mengaku optimistis bantuan yang diberikan akan memperkuat usaha masyarakat yang selama ini telah berjalan.

"Dengan adanya program ini, kelompok petani ikan yang dibina desa akan semakin berkembang. Kami optimistis mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, usaha kuliner masyarakat, serta mendukung kebutuhan bahan pangan bagi Dapur MBG yang ada di wilayah kami," ujarnya.

Antusiasme para kepala desa dan masyarakat menunjukkan bahwa Program Desa Berdaya Tematik tidak sekadar menghadirkan bantuan keuangan, tetapi juga menumbuhkan optimisme baru bahwa desa mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.

BACA JUGA:2026 NTB Fokus Tangani Kawasan Permukiman Kumuh di 106 Desa Miskin Ekstrim

Program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB untuk menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mengurangi kesenjangan pembangunan sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.

Melalui penguatan sektor ketahanan pangan, pariwisata, lingkungan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat, program ini diyakini akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) berupa tumbuhnya lapangan kerja baru, meningkatnya pendapatan masyarakat, menguatnya ketahanan pangan daerah, serta berkontribusi terhadap upaya penurunan angka kemiskinan di NTB.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB yang akrab disapa Aka, menegaskan bahwa Program Desa Berdaya bukan sekedar bantuan keuangan, melainkan investasi pembangunan yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTB ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan mampu menghasilkan manfaat yang berkelanjutan, memperkuat sektor-sektor produktif desa, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong lahirnya desa-desa yang mandiri dan berdaya saing.

Kategori :

Terpopuler