Budaya Sasak Kuatkan Sport Tourism NTB Lewat Ajang Lari

Minggu 31-05-2026,15:19 WIB
Reporter : Marieska Virdhani
Editor : Marieska Virdhani

BACA JUGA:Dialog Kebudayaan NTB Digelar di Bima, Wakil Wali Kota: Budaya Harus tetap Hidup!

Pemprov NTB juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok. Menurutnya, event tersebut tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, pariwisata, UMKM, transportasi, hingga perhotelan.

Sementara itu, Marketing Director Pocari Sweat, Puspita Winawati, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi NTB yang menghadirkan Ritual Betabeq sebagai ruang memperkuat hubungan antara penyelenggara event dengan masyarakat lokal.

“Tahun 2026 merupakan tahun kedua Pocari Sweat Run Lombok. Tahun lalu peserta mencapai 8.400 pelari dan sekitar 70 persen berasal dari luar Lombok,” ungkapnya.

BACA JUGA:MotoGP Mandalika 2025 Sukses Besar, Tiket Sold Out dan Budaya Lokal Curi Perhatian Dunia

Menurut Puspita, kehadiran para pelari bersama keluarga dan pendampingnya memberikan dampak ekonomi yang signifikan karena mereka menginap, berwisata, menikmati kuliner, dan berbelanja produk UMKM lokal.

“Tahun ini kami menargetkan 10.000 peserta. Karena itu kami berharap dukungan dan sambutan hangat dari seluruh masyarakat NTB,” katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Pocari Sweat Run 2026 karena manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat sangat besar.

BACA JUGA:Abang None 2025, Simbol Budaya dan Agen Inklusi Keuangan Versi Bank Jakarta

“Kita ingin penyelenggaraan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya karena dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Dukungan serupa datang dari masyarakat Desa Kuta, pelaku UMKM, dan para relawan yang terlibat dalam penyelenggaraan event tahun sebelumnya. Mereka menilai kehadiran ribuan peserta tidak hanya memperkuat citra Lombok sebagai destinasi sport tourism, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi perekonomian masyarakat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, pelaku usaha, dan komunitas lokal, Pocari Sweat Run Lombok 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga.

Event ini menjadi ruang perjumpaan antara budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat yang memperkuat posisi NTB sebagai destinasi sport tourism kelas dunia yang tetap berakar pada budaya lokal.

Kategori :

Terpopuler