Ramai di Media Sosial, Ahli Luruskan Fenomena Awan Kontainer
Foto Ilustrasi Hujan Mendung, Istilah ini kerap dikaitkan dengan kondisi cuaca ekstrem serta hujan yang memicu berbagai keluhan kesehatan, mulai dari gatal-gatal pada kulit, mata perih, hingga munculnya busa pada air hujan yang ditampung warga. --YouTube KONGKORONGOK
“Ketika awan disebut tidak bergerak atau tidak berubah bentuk, itu biasanya hanya berdasarkan pengamatan mata telanjang sesaat, padahal secara fisik awan terus mengalami perubahan,” ujarnya.
Ia juga menanggapi klaim yang mengaitkan fenomena tersebut dengan jejak pesawat di langit. Menurut Sonni, garis-garis lurus yang sering terlihat sebenarnya merupakan jejak kondensasi pesawat atau contrail.
“Itu adalah uap air hasil pembakaran bahan bakar pesawat. Ketika berada di lapisan udara yang dingin, uap air tersebut mendingin dan mengondensasi, sehingga tampak sebagai garis lurus di langit,” jelasnya.
BACA JUGA:Saksi Ahli Dukung Hotman Paris, Gugatan CMNP Dinilai Tak Punya Dasar Hukum Kuat
Namun, ia menegaskan bahwa jejak tersebut tidak bersifat permanen.
“Jika diamati dengan cermat, dalam beberapa menit bentuknya akan menyebar dan berubah menjadi tidak teratur. Ini menunjukkan adanya kekeliruan pengamatan yang bisa memicu kesimpulan yang salah,” tuturnya.
Menutup penjelasannya, Sonni mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dalam menyikapi informasi cuaca yang viral di media sosial dan tidak mudah mengaitkan fenomena atmosfer dengan istilah atau klaim yang tidak memiliki dasar ilmiah
Sumber: