“Harta Karun” di Tengah Kobaran Api Gedung DPRD NTB

“Harta Karun” di Tengah Kobaran Api Gedung DPRD NTB

“Harta Karun” di Tengah Kobaran Api Gedung DPRD NTB - Foto: Disway NTB/Ryan--

Mataram, DISWAY.ID – Gedung DPRD NTB hangus, tapi bukan hanya api yang melahapnya. Dari puing-puing bangunan yang terbakar, sejumlah massa aksi justru menjadikan gedung rakyat itu seperti “gudang harta karun”.

Pantauan Disway NTB di lokasi, beberapa orang tampak keluar-masuk ruangan yang sudah dipenuhi asap, Sabtu (30/8). Bukan untuk memadamkan api, melainkan mengangkut apa saja yang masih bisa dibawa. Ada yang menenteng pagar besi, mesin pemotong rumput, vacuum cleaner, hingga barang elektronik kecil.

Di tengah terik matahari, terdengar sorakan seperti euforia. “Cair bro, cair!” teriak seorang pemuda sambil membawa speaker aktifplas. Lalu pemuda lainya menimpali "ada kita pakai karaoke di rumah ni" ucapnya

Ada pula dua massa aksi yang sibuk membuka kardus yang berisi TV Led 32 in. Ketika ditanya, mereka mengaku mendapatkan barang itu dari dalam gedung. “Saya dapat TV baru bang,” ucapnya polos.

Namun, kegembiraan itu sesekali berubah getir. Salah seorang dari mereka menyadari bahwa barang yang digotong masih ada cap resmi. “Tapi masalahnya sekarang, ada tulisan DPRD,” katanya sambil menunjuk stiker inventaris di barang yang ia bawa.

Sebelum menuju Gedung DPRD, massa aksi sejak pagi sudah menduduki halaman Polda NTB di Jalan Langko, Mataram. Ribuan mahasiswa, buruh, hingga pengemudi ojek online memenuhi jalan, menuntut polisi menghentikan represifitas, menindak kasus penabrakan ojol, hingga mendesak pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Enam poin tuntutan itu dikumandangkan lantang oleh Ketua BEM Universitas Mataram, Lalu Nazir Huda, di hadapan ribuan orang.

Usai berorasi, massa bergeser ke Gedung DPRD NTB. Hanya butuh waktu singkat, barikade aparat jebol. Gedung rakyat pun jadi lautan api dan bagi sebagian massa, menjadikannya gudang “harta karun”.

Sumber: