Waspadai Daging Wagyu KW, Ini Ciri-Cirinya Menurut Pakar IPB

Waspadai Daging Wagyu KW, Ini Ciri-Cirinya Menurut Pakar IPB

kualitas daging wagyu dari Jepang dengan negara lain amatlah berbeda. --Freepik

NTB, DISWAY.ID - Daging wagyu dikenal sebagai salah satu daging sapi paling mahal di dunia.

Namun, apakah daging wagyu yang beredar di Indonesia dan negara lain selalu berasal dari negara asalnya, Jepang?

Menurut Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor, tidak semua wagyu yang beredar di pasaran, termasuk di Indonesia, berasal dari Jepang.

Meskipun dinamai sama, kualitas daging wagyu dari Jepang dengan negara lain amatlah berbeda. 

BACA JUGA:Ahli Soroti Masalah MBG, Kuncinya Perbaiki Tata Kelola

“Misalnya, banyak restoran di Amerika yang menawarkan menu daging wagyu, tetapi belum tentu dagingnya berasal dari Jepang. Sebenarnya, sebagian besar daging wagyu yang beredar di Amerika tidak diimpor dari Jepang, melainkan dari sapi yang dipelihara di sana,” ungkapnya.

Ia mengurai, di luar Jepang, daging wagyu biasanya berasal dari sapi hasil persilangan. Umumnya antara wagyu (50%) dan angus (50%).

Proses pemeliharaannya pun tidak seketat di Jepang.

BACA JUGA:Mengapa Indonesia Bergantung pada Sapi Australia? Ini Analisis Ahli

“Di Amerika, sistem penilaian daging berbeda dari Jepang, menggunakan standar USDA Prime/Choice tanpa spesifikasi wagyu. Sapi wagyu di Amerika lebih 'berdaging' dibandingkan di Jepang,” jelasnya. 

Padahal, ia mengatakan, keistimewaan wagyu asli Jepang terletak pada kandungan lemak intramuskular (marbling) yang tinggi.

Ketika dipanggang sebentar, lemak ini akan meleleh, menciptakan sensasi aroma dan rasa yang unik, berbeda dari daging biasa.

Adapun di negara asalnya, penilaian wagyu sangatlah ketat dengan standar A–C (yield), 1–5 (kualitas), dan beef marbling standard (BMS) 1–12. Daging A5 dan BMS 10–12 dianggap yang tertinggi.

BACA JUGA:Ahli Bagikan Tips Jaga Kondisi Tubuh Selama Perjalanan Udara

Sumber: