NTB Temukan 1 Kasus Super Flu, Ini Langkah Dinkes
Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. H. Lalu Hamzi Fikr--Istimewa
MATARAM, DISWAY. ID- Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat ( NTB) menyatakan satu kasus Influenza A(H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai “Super Flu” masuk NTB.
Influenza A(H3N2) merupakan flu musiman (seasonal influenza) yang disebabkan oleh virus influenza tipe A subtipe H3N2.
Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. H. Lalu Hamzi Fikri melalui keterangan persnya menyatakan pihaknya telah mengirimkan 8 (delapan) sampel spesimen yang berasal dari anak-anak bergejala pada 10 November 2025 ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan sequencing influenza yang diterima pada 5 Januari 2026, terkonfirmasi 1 (satu) kasus positif Influenza A (H3N2) subclade K pada seorang anak perempuan berusia 12 tahun," ujar Hamzi pada Rabu 14 Januari 2026.
BACA JUGA:Benarkah Super Flu Jenis Penyakit Baru dan Bahaya? Simak Penjelasan Ahli
Menindaklanjuti temuan kasus yang terjadi pada 5 November 2025, Dinas Kesehatan Provinsi NTB segera melakukan penyelidikan epidemiologis dan penanganan di lapangan.
Pemeriksaan serta pemantauan ketat dilakukan terhadap kontak erat dan lingkungan sekitar kasus selama dua kali masa inkubasi virus influenza.
Hasil pemantauan menunjukkan tidak ditemukan kasus tambahan, sehinggaklaster kasus ini dinyatakan berhasil dikendalikan pada November 2025.
Meskipun demikian, Dinas Kesehatan NTB menegaskan bahwa situasi belum sepenuhnya bebas risiko, mengingat potensi penularan ulang masih dapat terjadi seiring meningkatnya mobilitas penduduk dan masuknya musim penghujan yang umumnya disertai peningkatan kasus flu.
BACA JUGA:Buktikan Manfaat Konsumsi Makanan Kukusan Bagi Kesehatan, Ini Kata Ahli
Sebagai upaya kewaspadaan berkelanjutan, Dinas Kesehatan NTB memperkuat pemantauan kasus ILI (Influenza Like Illness) serta ISPA/Pneumonia melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Pemantauan juga dilakukan melalui surveilans sentinel ILI dan SARI (Severe Acute Respiratory Infection) untuk mendeteksi secara dini potensi peningkatan kasus yang tidak biasa.
"Data SKDR dianalisis setiap minggu dan hingga saat ini tidak menunjukkan lonjakan signifikan kasus ILI, ISPA, maupun pneumonia," Paparnya.
Dinas Kesehatan NTB menekankan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah peningkatan kasus Super Flu.
BACA JUGA:Saksi Ahli Dukung Hotman Paris, Gugatan CMNP Dinilai Tak Punya Dasar Hukum Kuat
Sumber: