NTB Temukan 1 Kasus Super Flu, Ini Langkah Dinkes
Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. H. Lalu Hamzi Fikr--Istimewa
Masyarakat diimbau untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), memastikan istirahat dan asupan nutrisi yang cukup, mengisolasi diri saat sakit, menggunakan masker, segera berobat apabila gejala memburuk, serta mematuhi anjuran petugas kesehatan.
Dinas Kesehatan Provinsi NTB juga mengapresiasi peran tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang telah bertindak cepat dan sigap dalam menangani kasus ini.
Melalui koordinasi yang baik mulai dari tingkat puskesmas hingga laboratorium regional, kasus yang ada dapat diidentifikasi dan dikendalikan dalam waktu singkat.
BACA JUGA:Penetapan Tersangka Dirut PT LEB Dinilai Cacat Hukum, Ahli Bongkar Kekeliruan Kejaksaan
Dengan kerja sama seluruh pihak, Dinas Kesehatan NTB optimistis Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat dicegah serta masyarakat NTB dapat terlindungi dari penyebaran Influenza A(H3N2) subclade K maupun penyakit menular lainnya.
Pemantauan terkait perkembangan Influenza A(H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai “Super Flu” terus dilakukan. Influenza A(H3N2) merupakan Flu musiman (seasonal influenza) yang disebabkan oleh virus influenza tipe A subtipe H3N2.
Secara umum, gejala Influenza A(H3N2) menyerupai flu musiman, antara lain demam, batuk, nyeri tenggorokan, sakit kepala, hidung berair, nyeri otot (myalgia), serta rasa tidak enak badan (malaise).
Dibandingkan jenis influenza lainnya, tingkat keparahan Influenza A(H3N2) diketahui lebih tinggi dibandingkan A(H1N1)pdm09 dan Influenza B. Sebagai langkah pencegahan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan imunisasi influenza musiman.
BACA JUGA:Benarkah Super Flu Jenis Penyakit Baru dan Bahaya? Simak Penjelasan Ahli
WHO melalui data epidemiologis terkini juga menyampaikan bahwa subclade K hingga saat ini belum menunjukkan peningkatan tingkat keparahan penyakit dibandingkan flu biasa.
Namun demikian, varian ini tetap menjadi perhatian karena penyebarannya yang cepat secara global sejak Agustus 2025 dan telah terdeteksi di berbagai negara. Secara nasional, Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga akhir 2025 terdapat 62 kasus Influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia.
Sumber: