Teror Psikologis, Humor Gelap, dan Balas Dendam Menyatu dalam Film Send Help
Send Help, karya terbaru dari sutradara visioner Sam Raimi, resmi tayang mulai hari ini.--istimewa
NTB, DISWAY.ID - Send Help, karya terbaru dari sutradara visioner Sam Raimi, resmi tayang mulai hari ini.
Film ini mengikuti perjuangan Linda Liddle (Rachel McAdams) dan Bradley Preston (Dylan O’Brien), dua rekan kerja yang selamat dari kecelakaan pesawat dan terdampar di sebuah pulau terpencil tanpa bantuan apa pun.
Ditulis oleh Damian Shannon dan Mark Swift, “Send Help” memadukan thriller psikologis, horor, dan komedi gelap dalam satu pengalaman sinematik yang intens dan tak terduga.
Di pulau tersebut, Linda dan Bradley harus menghadapi kerasnya alam sekaligus dinamika hubungan yang semakin kompleks seiring upaya mereka untuk bertahan hidup.
BACA JUGA:Sambut Akhir Tahun, Ini Film-film Netflix yang Wajib Masuk Watchlist!
Dengan ketegangan yang terus meningkat, momen-momen mengejutkan, dan lapisan cerita yang lebih dalam dari sekadar kisah survival, “Send Help” siap menghadirkan pengalaman sinematik yang mendebarkan dan berbeda.
Selain kisah bertahan hidup yang penuh ketegangan, “Send Help” menyimpan berbagai elemen menarik yang membedakannya dari film thriller pada umumnya.
Berikut sejumlah fakta menarik di balik film ini:
BACA JUGA:Rosé BLACKPINK Tampil Ikonik di Konser 'Deadline' World Tour Tokyo
Dinamika Linda dan Bradley
Linda adalah seorang karyawan yang cerdas namun kerap dipandang sebelah mata, sementara Bradley merupakan bos barunya yang arogan dan terbiasa mendapatkan apa pun melalui pesona dan statusnya.
Setelah kecelakaan pesawat membuat mereka terdampar di sebuah pulau terpencil, relasi kekuasaan di antara keduanya pun berbalik arah.
Sebagai penggemar berat acara bertema survival, Linda menyadari bahwa keterampilan yang dulu dianggap remeh justru menjadi kunci utama untuk bertahan hidup.
Sementara itu, Bradley harus menghadapi kenyataan bahwa pesona dan status sosialnya tak lagi berarti di tengah situasi ekstrem.
“Apa yang menarik bagi saya adalah pertanyaan: bagaimana jika seseorang yang selama ini ditekan justru menjadi pihak yang paling mampu bertahan ketika semua peran terbalik?” ujar Sam Raimi.
Sumber: