Akselerasi Pendidikan PPDS Tingkatkan Jumlah Dokter dan Layanan Kesehatan yang Merata

Akselerasi Pendidikan PPDS Tingkatkan Jumlah Dokter dan Layanan Kesehatan yang Merata

Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) di Sorong, Papua Barat--istimewa

NTB, DISWAY.ID - Sebagai konsekuensi logis dari Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang bertujuan menjamin akses layanan yang adil, merata, terjangkau dan bermutu, maka penguatan pendidikan tinggi bidang kesehatan adalah fondasi utama penyediaan tenaga medis yang berkualitas, merata dan berkelanjutan.

Dan sebagai implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar akses dan mutu layanan kesehatan ideal bagi seluruh lapisan masyarakat, maka Kemdiktisaintek menempatkan pendidikan dan layanan kesehatan dalam satu ekosistem yang strategis dan saling terhubung.

Harus diakui, potret ketersediaan tenaga medis Indonesia saat ini menunjukkan tantangan yang serius. Baik dalam bentuk disparitas supply-demand, juga dalam hal ketimpangan distribusi wilayah.

Sebagai catatan, setiap tahun Indonesia meluluskan sekitar 12.000 dokter dan 3.600 dokter spesialis, Namun lebih dari 70 persen dokter terkonsentrasi di Pulau Jawa.

BACA JUGA:10 Ribu Mahasiswa Terjun Langsung Dukung Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana Sumatera

Sementara kurang dari 10 persen melayani wilayah Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara. Kondisi ini menegaskan urgensi pendekatan sistem dalam transformasi pendidikan kedokteran.

Poin-poin tersebut di atas dikemukakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemditisaintek Khairul Munadi, ketika menghadiri Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) di Sorong, Papua Barat (30-31/1).

Acara yang dihadiri oleh Dekan dan delegasi Fakultas Kedokteran seluruh Indonesia ini mengusung tema Membangun Fondasi Dokter Indonesia Menuju Mutu Global, Kurikulum Relevan, dan Sistem Kesehatan Akademik yang Kuat.

BACA JUGA:BTN Housingpreneur Ajak Arsitek, Pengusaha, dan Mahasiswa Surabaya Tawarkan Ide Bisnis Hunian Masa Depan

“Untuk merespon tantangan yang dinamis itu, Pemerintah meluncurkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) 2025. Fokus utamanya pada percepatan pemenuhan tenaga medis melalui Program Akselerasi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Program ini menargetkan peningkatan jumlah lulusan dokter spesialis dari 3.600 orang per tahun menjadi 5.800 orang pada tahun 2030, serta peningkatan lulusan dokter umum hingga 17.000 orang per tahun,” kata Dirjen Khairul Munadi, menyitir pemaparannya mengenai Kebijakan Diktisaintek Berdampak: Arah Pengembangan Pendidikan Kedokteran di Indonesia.

Ia menambahkan, guna mengeskalasi program PHTC  tersebut, Kemdiktisaintek mengimplementasikan sejumlah kebijakan strategis.

Antara lain peningkatan kuota mahasiswa baru PPDS dengan tetap menjaga rasio dosen dan standar mutu pendidikan, pelaksanaan seleksi bersama untuk mahasiswa PPDS bersama Kementerian Kesehatan pada enam bidang spesialis prioritas, serta penyesuaian aturan pembukaan dan penguatan program studi baru berbasis kemitraan dengan rumah sakit pendidikan.

BACA JUGA:Yuk Para Pengusaha dan Mahasiswa Merapat, Pendaftaran BTN Housingpreneur Sudah Dibuka

Penguatan peran Fakultas Kedokteran mitra dan Rumah Sakit Pendidikan juga menjadi pilar utama.

Sumber: