10 Ribu Mahasiswa Terjun Langsung Dukung Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana Sumatera

10 Ribu Mahasiswa Terjun Langsung Dukung Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana Sumatera

10 Ribu Mahasiswa Terjun Langsung Dukung Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana Sumatera--Kemendiktisaintek

NTB, DISWAY.ID - Sebanyak 10.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat resmi dilepas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk terjun langsung mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra.

Prosesi dilakukan secara simbolis, di hadapan ribuan mahasiswa yang hadir di Auditorium Universitas Negeri Medan, Sumatra Utara.

Program bertajuk Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera, menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjawab tantangan pemulihan pascabencana yang bersifat kompleks dan berkepanjangan.

BACA JUGA:BTN Housingpreneur Ajak Arsitek, Pengusaha, dan Mahasiswa Surabaya Tawarkan Ide Bisnis Hunian Masa Depan

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatra di penghujung tahun 2025 meninggalkan dampak serius terhadap kondisi sosial ekonomi, dan kebutuhan dasar masyarakat.

Selama ini, penanganan pascabencana kerap terfokus pada fase tanggap darurat.

Padahal, fase early recovery (masa transisi menuju pemulihan berkelanjutan, red) menjadi titik krusial yang menentukan apakah masyarakat dapat bangkit secara mandiri atau justru semakin rentan.

Di sinilah mahasiswa diposisikan sebagai aktor kunci.

BACA JUGA:Yuk Para Pengusaha dan Mahasiswa Merapat, Pendaftaran BTN Housingpreneur Sudah Dibuka

Dengan kemampuan adaptasi tinggi, pendekatan sosial yang lentur, serta bekal pengetahuan lintas disiplin, mahasiswa dinilai mampu mengisi celah antara respons darurat dan pemulihan jangka panjang berbasis kapasitas lokal.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat terdampak bencana, merupakan wujud konkret peran perguruan tinggi sebagai pemberi solusi. 

“Kami ingin mahasiswa hadir bukan hanya membawa tenaga, tetapi juga inovasi dan empati. Sepuluh ribu mahasiswa ini kami lepas sebagai kekuatan intelektual bangsa yang turun langsung membantu masyarakat Sumatra pulih secara berkelanjutan melalui teknologi dan solusi yang tepat guna,” ujar Menteri Brian pada kesempatan terpisah di Jakarta.

BACA JUGA:BMKG: Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Bencana, Bukan Pemicu Cuaca Tidak Stabil

Program Mahasiswa Berdampak dirancang sebagai mobilisasi nasional kekuatan intelektual mahasiswa.

Sumber: