Cuaca Ekstrem Menguat, Para Ahli Bongkar Akar Risiko Banjir Indonesia

Cuaca Ekstrem Menguat, Para Ahli Bongkar Akar Risiko Banjir Indonesia

Risiko banjir di Indonesia meningkat seiring cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.--YouTube KONGKORONGOK

NTB, DISWAY.ID - Risiko banjir di Indonesia meningkat seiring cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Isu tersebut menjadi fokus utama dalam The 58th IPB Strategic Talks bertajuk “Cuaca Tak Menentu, Banjir Makin Mengancam” yang digelar secara daring.

Wakil Rektor IPB University bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi, membuka diskusi dengan menekankan bahwa cuaca ekstrem harus dipahami sebagai fenomena multidimensi.

“Dampak cuaca ekstrem harus menjadi pembelajaran bersama,” ujarnya.

BACA JUGA:Update Titik Banjir Bandang di Kabupaten Sumbawa, Posko Tanggap Darurat Siaga

Perubahan iklim, sebutnya, telah meningkatkan kompleksitas risiko bencana di Indonesia, khususnya banjir di kawasan perkotaan dan wilayah dengan perubahan tutupan lahan yang cepat.

Ia menyinggung banjir di Sumatra Utara sebagai contoh nyata dampak perubahan iklim yang berulang.

Menurutnya, pengelolaan risiko bencana tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan data, tetapi juga kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi.

Karena itu, ia berujar, “Perguruan tinggi harus menjadi penghubung antara sains, kebijakan, dan masyarakat.”

Dari sisi data, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tren peningkatan suhu yang signifikan.

BACA JUGA:Aksi BUMN Peduli, Danantara Bersama BP BUMN dan BTN Kerahkan Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera

Dr Andri Ramdhani, Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, menyebut tahun 2024 sebagai periode terpanas sepanjang sejarah pengamatan nasional. 

“Kenaikan suhu global berkorelasi dengan meningkatnya kejadian hujan ekstrem dan banjir,” kata Dr Andri.

Pemanasan laut dan atmosfer ikut memperkuat pembentukan sistem cuaca ekstrem, termasuk siklon tropis seperti Siklon Senyar yang memicu hujan lebat di wilayah Sumatera.

Sumber: