Ahli Sebut Penyalahgunaan Whip Pink Berbahaya, Berisiko Kematian
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Agil Wahyu Wicaksono, MBiomed, mengingatkan masyarakat akan bahaya penyalahgunaan Whip Pink atau whippets yang mengandung gas nitrous oxide (N2O).--istimewa
NTB, DISWAY.ID - Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Agil Wahyu Wicaksono, MBiomed, mengingatkan masyarakat akan bahaya penyalahgunaan Whip Pink atau whippets yang mengandung gas nitrous oxide (N2O).
Menurutnya, penggunaan gas tersebut di luar peruntukannya dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, bahkan berisiko menyebabkan kematian.
Whip Pink merupakan tabung atau cartridge kecil berisi gas N2O bertekanan tinggi yang digunakan sebagai pendorong krim pada wadah whipped cream.
BACA JUGA:Makan Sehat Tak Harus Mahal, Ini Tips Ahli untuk Mahasiswa
Selain di dunia kuliner, N2O juga digunakan dalam bidang medis sebagai anestesi untuk membantu mengurangi rasa nyeri pada tindakan medis tertentu, seperti prosedur invasif, persalinan, atau sebagai pendamping obat bius pada anestesi umum.
“Penggunaan gas N2O secara berlebihan atau tidak tepat dapat membahayakan tubuh. Dampak beracun gas tersebut terjadi karena N2O merusak fungsi vitamin B12 di dalam tubuh, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan saraf,” jelas dr Agil.
Akibatnya, sebut dia, tubuh tidak dapat menjalankan proses penting yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan saraf.
“Gangguan ini menyebabkan kerusakan pada lapisan pelindung saraf atau mielin, baik pada sistem saraf pusat maupun saraf tepi.”
BACA JUGA:Apakah Baking Soda Aman Dikonsumsi Langsung? Ini Kata Ahli
dr Agil menambahkan, kerusakan tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti kesemutan, kelemahan, gangguan keseimbangan, hingga kerusakan saraf akibat terganggunya aliran darah.
Berdasarkan berbagai laporan ilmiah, gangguan saraf yang paling sering muncul akibat penyalahgunaan N2O adalah kerusakan pada sumsum tulang belakang, terutama bagian yang berperan dalam fungsi rasa dan keseimbangan tubuh.
“Semakin sering gas ini digunakan secara berlebihan, maka semakin besar risiko terjadinya kerusakan saraf,” katanya.
Selain gangguan saraf, N2O juga berpengaruh terhadap sistem pembuluh darah. dr Agil menjelaskan, gas tersebut dapat menyebabkan otot-otot pembuluh darah menjadi lebih rileks sehingga pembuluh darah melebar.
BACA JUGA:Ahli Sebut Fenomena CENS Picu Anomali Pola Hujan Awal Tahun di Pulau Jawa
Sumber: