Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan MotoGP tahun lalu mampu menciptakan dampak ekonomi yang luar biasa, mencapai 7,5 kali lipat dari total belanja event.
“Belanja penyelenggaraan mencapai Rp 320 miliar, dengan pemasukan sebesar Rp 544 miliar dari penonton sebanyak 121.000 orang. Ini menyumbang Rp 291 miliar ke PDRB NTB dan Rp 4,8 triliun secara nasional,” jelasnya.
Tak hanya itu, sebanyak 3.000 tenaga kerja lokal ikut terlibat selama pelaksanaan MotoGP, dan promosi NTB didorong oleh 250 media internasional di lebih dari 200 negara, serta didukung oleh fanbase MotoGP yang masif di media sosial.
Pemerintah Provinsi NTB pun optimis bahwa MotoGP tahun ini akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.