NTB, DISWAY.ID - Infeksi kecacingan Ascaridiosis masih menjadi tantangan serius dalam industri perunggasan.
Selain berdampak pada kesehatan ayam, infeksi tersebut dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak.
Di sisi lain, penggunaan obat cacing kimia secara terus-menerus berisiko memicu resistensi parasit.
Menjawab hal tersebut, Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Prof drh Risa Tiuria, menegaskan pentingnya sistem pertahanan selaput lendir (mukosa) saluran pencernaan.
BACA JUGA:Ramai di Media Sosial, Ahli Luruskan Fenomena Awan Kontainer
Dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University (24/1), Prof Risa juga mengungkap potensi fitoterapi dari kekayaan tanaman obat Indonesia sebagai strategi pengendalian yang lebih berkelanjutan.
“Secara in vitro, beberapa tanaman obat Indonesia terbukti mampu menurunkan motilitas cacing. Zat aktif herbal bahkan dapat menembus kutikula cacing yang sangat tebal dan melumpuhkannya,” katanya.
“Pengembangan obat cacing berbahan herbal seperti meniran, sambiloto, temulawak, dan temuireng memiliki potensi sebagai antelmintik yang tidak mengakibatkan resistensi cacing, sehingga bisa menjadi solusi jangka panjang,” ujar Prof Risa melanjutkan.
Ascaridiosis pada unggas disebabkan oleh nematoda Ascaridia galli yang menular melalui jalur fekal-oral dan hidup di lumen usus halus.
BACA JUGA:Ahli Ingatkan Risiko Kesehatan Air Sinkhole di Sumatera Barat
Prof Risa menjelaskan, infeksi ini dapat menurunkan produksi ayam petelur, baik dari jumlah maupun bobot telur, serta menyebabkan kerusakan jaringan usus yang mengganggu penyerapan nutrisi dan pertumbuhan ayam.
“Infeksi kronis Ascaridia galli dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang tinggi bagi peternak ayam,” katanya.
Lebih lanjut, ia memaparkan peran penting mekanisme pertahanan mukosa usus dalam melawan infeksi cacing. Sel goblet dan sel mast berkontribusi besar dalam melindungi saluran pencernaan.
BACA JUGA:Buktikan Manfaat Konsumsi Makanan Kukusan Bagi Kesehatan, Ini Kata Ahli
Proliferasi dan hiperplasia sel goblet meningkatkan produksi mukus/lendir yang menghambat penempelan serta perkembangan cacing.