Ia juga menyoroti kebiasaan mahasiswa yang sering mengabaikan sayur karena alasan waktu dan biaya.
“Repotnya, sering kali karena kita berburu karbohidrat, lalu tak menghiraukan sayur. Padahal sayur dan buah itu sumber antioksidan,” ujarnya.
Terkait maraknya konsumsi junk food di sekitar kampus, Prof Hardinsyah menyarankan mahasiswa untuk lebih bijak dalam mengombinasikan makanan.
“Kalau terpaksa makan ayam goreng, tidak apa-apa, tapi imbangi dengan jus buah asli, bukan jus rasa, dan gulanya minimal,” katanya.
BACA JUGA:Ahli Ingatkan Risiko Kesehatan Air Sinkhole di Sumatera Barat
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memilih tempat makan yang bersih dan menyajikan makanan hangat.
“Di sekitar kampus banyak pilihan. Warteg sekarang juga sudah semakin bersih. Dengan Rp10.000 sudah bisa makan,” ujarnya.
Selain itu, penggunaan tumbler untuk membawa minum serta memasak bersama di kos dinilai dapat menghemat pengeluaran.
BACA JUGA:Buktikan Manfaat Konsumsi Makanan Kukusan Bagi Kesehatan, Ini Kata Ahli
Menurutnya, kegiatan memasak bersama juga melatih komitmen, kerja sama, dan tanggung jawab. “Masak bersama itu ada nilai kepemimpinan yang luar biasa,” katanya.
Prof Hardinsyah menegaskan bahwa kunci pola makan mahasiswa adalah keseimbangan.
“Tidak apa-apa sesekali makan junk food, tapi tetap harus diseimbangkan dengan sayur dan buah,” ujarnya.