Fluktuasi ketiga orientasi Bumi terhadap Matahari dikenal sebagai Siklus Milankovitch.
Masing-masing perubahan komponen ini mempunyai periode.
Perubahan eksentrisitas orbit Bumi terjadi setiap 100.000 tahun hingga 400.000 tahun, perubahan oblikuitas Bumi terjadi setiap 41.000 tahun, dan perubahan presesi Bumi terjadi setiap 26.000 tahun.
“Perubahan orientasi Bumi ini menyebabkan perubahan radiasi Matahari yang diterima oleh Bumi sebagai sumber energi utama iklim Bumi sehingga perubahan ini mempengaruhi iklim Bumi dalam skala waktu ribuan hingga ratusan ribu tahun,” urainya.
BACA JUGA:Ahli Sebut Fenomena CENS Picu Anomali Pola Hujan Awal Tahun di Pulau Jawa
Selain perubahan orientasi bumi terhadap matahari, konstelasi planet dalam tata surya dapat mengubah kondisi atmosfer di bumi.
Ketika planet-planet berada dalam posisi konjungsi, resultan gaya gravitasi yang besar dapat memengaruhi kondisi atmosfer bumi.
“Konstelasi planet dalam keadaan konjungsi bisa menyebabkan uap air terangkat, sehingga potensi pembentukan awan meningkat. Karena konjungsi planet terjadi dalam orde ratusan tahun dan efeknya global, hal ini dapat menyebabkan perubahan sistem iklim,” paparnya