Bahaya Kesehatan Mengintai, Pembakaran Sampah Plastik Berisiko Picu Kanker

Selasa 03-02-2026,11:23 WIB
Reporter : Marieska Virdhani
Editor : Marieska Virdhani

“Hati bekerja keras untuk mendetoksifikasi racun. Namun, karena struktur kimia dioksin dan furan sangat stabil dan sulit diurai, justru terjadi beban kerja berlebih yang memicu peradangan,” katanya.

Selain itu, senyawa-senyawa tersebut juga dikenal sebagai endocrine disrupting chemicals (EDC) yang dapat mengganggu sistem hormon.

Diah menegaskan bahwa zat ini mampu meniru atau menghambat kerja hormon alami tubuh, sehingga berisiko mengacaukan sistem reproduksi dan metabolisme. 

BACA JUGA:Hewan Memutari Objek Bukan Mistis, Ini Penjelasan Ahli Secara Ilmiah

Bahkan, paparan dapat menembus sawar plasenta.

“Artinya, pada ibu hamil, zat ini berpotensi terakumulasi dan mengganggu perkembangan janin,” ujarnya.

Risiko kesehatan tidak hanya dialami oleh konsumen, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar sentra industri.

Menurut Diah, asap pembakaran plastik mengandung partikel halus PM2,5 serta mikroplastik di udara yang dapat terhirup hingga ke paru-paru.

BACA JUGA:Makan Sehat Tak Harus Mahal, Ini Tips Ahli untuk Mahasiswa

“Partikel ini sulit diurai oleh sistem pertahanan tubuh dan dapat memicu peradangan secara terus-menerus,” jelasnya.

Dalam jangka pendek, paparan tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti batuk dan infeksi saluran pernapasan akut.

Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi penyakit paru kronis seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta menurunkan daya tahan tubuh, terutama pada anak-anak dan lansia.

BACA JUGA:Apakah Baking Soda Aman Dikonsumsi Langsung? Ini Kata Ahli

Diah menegaskan bahwa langkah paling penting untuk menekan risiko kesehatan adalah menghentikan penggunaan limbah plastik sebagai bahan bakar.

“Selama sumber polusi masih ada, risiko kesehatan akan terus berulang,” tegasnya.

Sebagai langkah perlindungan mandiri, ia menyarankan masyarakat menggunakan masker respirator seperti N95 saat terpapar asap, menjaga ventilasi rumah, menghindari penggunaan plastik untuk makanan panas, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur yang kaya antioksidan seperti vitamin E, vitamin C, dan selenium. 

Kategori :

Terpopuler