NTB, DISWAY.ID - Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr Citra Ariani, SpKP, MBiomed, mengimbau masyarakat untuk tetap bergerak aktif secara proporsional selama menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Menurutnya, aktivitas fisik yang seimbang tetap penting untuk menjaga kebugaran dan mencegah kelelahan.
“Meski berpuasa, tubuh tetap perlu bergerak. Aktivitas fisik ringan hingga sedang dapat membantu menjaga energi dan kesehatan secara keseluruhan,” ujarnya.
BACA JUGA:Uniknya Fenomena War Takjil, Muncul Makanan Langka di Momen Puasa Ramadan
Selain menjaga aktivitas fisik, dr Citra juga menekankan pentingnya pengaturan pola makan yang seimbang serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
Ia menyarankan agar masyarakat mengonsumsi makanan yang cukup gizi seperti protein, karbohidrat komplek, dan serat saat sahur dan berbuka serta memastikan asupan air putih yang cukup.
Lebih lanjut, dr Citra menyoroti perubahan pola tidur selama Ramadan.
“Perubahan pola tidur juga bisa berpengaruh pada performa sehari-hari, seperti menurunnya konsentrasi dan energi dalam menjalankan aktivitas harian,” tambahnya.
BACA JUGA:Ramai Jebakan Diskon, Pakar Ingatkan Bahaya Perilaku Konsumtif selama Ramadan
Untuk mencegah dampak tersebut, ia menyarankan untuk menghindari konsumsi makanan terlalu berlemak dan terlalu pedas saat berbuka.
Selain itu, penerapan sleep hygiene juga dinilai penting untuk meningkatkan kualitas tidur.
“Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman, misalnya dengan mengatur suhu ruangan lebih sejuk, mematikan lampu, serta tidak menggunakan gadget setidaknya 30 menit sebelum tidur,” jelasnya.
BACA JUGA:Ketahui Dampak Dehidrasi saat Puasa pada Kesehatan Kulit
Ia juga menambahkan bahwa kebiasaan tidur sehat sebaiknya tetap dipertahankan setelah Ramadan berakhir.
Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga konsistensi waktu tidur malam, mengurangi konsumsi minuman berkafein sebelum tidur, serta menghindari kebiasaan merokok.