Dokter Spesialis Anak Warning Waspada Campak, Upaya Melindungi Anak dan Keluarga

Minggu 19-04-2026,02:34 WIB
Reporter : Marieska Virdhani
Editor : Marieska Virdhani

NTB, DISWAY.ID - Campak atau measles masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang perlu diwaspadai masyarakat.

Penyakit yang disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus yang dengan tingkat penularan yang sangat tinggi serta risiko komplikasi serius, terutama pada anak-anak dan individu dengan daya tahan tubuh rendah.

Berdasarkan data global dari WHO dan CDC, campak termasuk salah satu penyakit dengan tingkat penularan tertinggi di dunia.

Di Indonesia, kasus campak masih ditemukan setiap tahun. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan puluhan ribu kasus suspek campak terjadi sepanjang tahun 2025 dan hingga awal 2026.

BACA JUGA:Ahli Bagikan Tips Jaga Kondisi Tubuh Selama Perjalanan Udara

dr. Shofa Nisrina Luthfiyani, Sp.A menjelaskan “Campak umumnya diawali dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah.

Dalam beberapa hari, akan muncul ruam kemerahan yang dimulai dari wajah, telinga dan menyebar ke seluruh tubuh. Tanda khas lainnya adalah munculnya bercak putih di dalam mulut atau bercak Koplik.”

Penularan campak terjadi melalui percikan saluran pernapasan (droplet) saat penderita batuk atau bersin.

Virus ini juga dapat bertahan di udara maupun pada permukaan benda dalam waktu tertentu, sehingga meningkatkan risiko penularan.

BACA JUGA:Waspada Nomor Tak Dikenal, Ahli: Jangan Angkat dan Jangan Telepon Balik

Kelompok yang berisiko tinggi terkena campak antara lain anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi, orang dewasa yang belum pernah divaksin, serta individu dengan sistem imun yang lemah.

Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare, infeksi telinga, hingga radang otak (ensefalitis).

dr. Shofa kembali menjelaskan “Upaya pencegahan paling efektif adalah melalui imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella).”

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat sakit, menghindari kontak dengan penderita, serta menjaga daya tahan tubuh.

BACA JUGA:Kamu Menggertakkan Gigi saat Tidur? Ahli Beri Penjelasan Ilmiahnya

Kategori :