Dampak El Niño Berpotensi Tingkatkan Konflik Manusia dan Satwa

Kamis 30-04-2026,23:39 WIB
Reporter : Marieska Virdhani
Editor : Marieska Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID - Perubahan iklim akibat fenomena El Nino berpotensi memicu krisis ekologis di Indonesia, mulai dari terganggunya habitat satwa liar hingga meningkatnya konflik antara manusia dan satwa. 

Dosen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Dr Abdul Haris Mustari menjelaskan bahwa El Nino menyebabkan penurunan curah hujan yang signifikan sehingga memicu kemarau panjang dan kondisi lingkungan yang lebih kering.

Dampak ini tidak hanya dirasakan manusia, tetapi juga sangat memengaruhi kehidupan satwa liar di habitat alaminya.

BACA JUGA:El Nino Godzilla Diprediksi Terjadi, Mengapa Masih Hujan? Ini Penjelasan Ahli

"Secara langsung, peningkatan suhu lingkungan dan kekeringan menyebabkan berkurangnya ketersediaan pakan dan air bagi satwa liar,” ujarnya.

Ia menambahkan turunnya produktivitas tumbuhan pakan seperti buah, daun, hingga tumbuhan bawah akan berdampak pada kelangsungan hidup satwa.

Akibat keterbatasan sumber daya tersebut, banyak satwa liar terpaksa memperluas wilayah jelajahnya. 

“Satwa dapat keluar dari habitat hutan menuju area perkebunan bahkan permukiman manusia untuk mencari makan dan air. Kondisi ini meningkatkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar,” terang Dr Mustari.

BACA JUGA:La Nina Mulai Terlihat, BMKG Prediksi Hujan Lebat Hingga Februari 2026

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa terganggunya habitat juga berdampak pada keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.

Kebakaran hutan yang kerap terjadi saat kemarau panjang memperparah situasi dengan menghancurkan habitat, mengurangi populasi satwa, serta mengganggu proses reproduksi dan penyebaran biji tanaman.

“Ketika rantai makanan terganggu dan regenerasi hutan terhambat, maka keseimbangan ekosistem akan ikut terguncang,” jelasnya.

Kondisi ini, kata dia, dapat berdampak jangka panjang terhadap keberlanjutan keanekaragaman hayati.

BACA JUGA:La Nina Mulai Terlihat, BMKG Prediksi Hujan Lebat Hingga Februari 2026

Terkait meningkatnya interaksi satwa liar dengan manusia, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak bertindak gegabah. Ia menyarankan agar keberadaan satwa segera dilaporkan kepada pihak berwenang seperti aparat setempat dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Kategori :