Selain daun pepaya, nanas juga bisa menjadi alternatif alami untuk mengempukkan daging. Buah ini mengandung enzim bromelin yang bekerja hampir serupa dengan papain.
“Nanas bisa diparut lalu dioleskan pada daging sebelum dimasak. Selain membantu mengempukkan, nanas juga memberi aroma segar pada masakan,” tambahnya.
Tak hanya itu, Reisi juga menyebut beberapa bahan lain yang dapat digunakan, seperti kiwi, jahe, hingga daun pandan wangi yang kerap digunakan dalam resep tertentu.
BACA JUGA:Harmoni di Hari Raya Bersama UNIQLO: Inspirasi Gaya Serasi Keluarga Selebriti Rayakan IdulFitri
Selain penggunaan bahan alami, teknik memasak juga menjadi faktor penting untuk menghasilkan daging yang empuk.
Reisi menjelaskan bahwa setiap bagian daging membutuhkan perlakuan berbeda. Untuk potongan yang berserat kasar dan cenderung alot, seperti paha atau betis, metode slow cooking sangat dianjurkan.
“Bagian daging yang alot sebaiknya dimasak dengan suhu sedang dalam waktu lebih lama, misalnya direbus perlahan. Bisa juga menggunakan panci presto agar lebih cepat tetapi tetap empuk,” jelasnya.
BACA JUGA:Pesan Gubernur NTB di Momen Salat Idulfitri, Jelaskan Makna Kemenangan
Sebaliknya, bagian daging yang memang sudah empuk, seperti tenderloin atau has dalam, tidak perlu dimasak terlalu lama.
“Kalau terlalu lama dimasak, teksturnya malah berubah jadi lebih keras dan kering,” katanya.
Ia juga menyarankan agar daging dipotong sesuai jenis masakan yang akan dibuat. Untuk sate misalnya, daging sebaiknya dipotong kecil dan agak tipis agar cepat matang sekaligus membantu menjaga kandungan gizinya.
Dengan teknik pengolahan yang tepat, daging kurban tidak hanya menjadi lebih empuk dan nikmat disantap, tetapi juga tetap memberikan manfaat gizi yang optimal bagi tubuh.