Soroti Lonjakan Limbah Kurban, Pakar Tawarkan Solusi Praktis
Ilustrasi sapi-Tangkapan Layar-
NTB, DISWAY.ID - Setiap Iduladha, peningkatan jumlah ternak tidak hanya menghadirkan berkah, tetapi juga memunculkan persoalan klasik: lonjakan limbah yang sering kali belum tertangani secara optimal.
Jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan risiko kesehatan.
Pakar IPB University, Dr Salundik, menegaskan bahwa limbah ternak selama masa kurban perlu dikelola secara tepat karena jumlahnya sangat besar dan tersebar di berbagai titik.
BACA JUGA:Ahli Ingatkan Bahaya Praktik Sapi Gelonggongan Menyambut Iduladha
Ia menjelaskan, limbah kurban terbagi menjadi dua kategori utama berdasarkan lokasi, yakni limbah di area penjualan dan limbah di area penyembelihan.
“Limbah di lokasi penjualan umumnya berupa kotoran (feses) dan sisa pakan hijauan. Karena ternak dikumpulkan dalam jumlah besar sekitar 20 hari sebelum Iduladha, akumulasinya menjadi sangat masif,” jelasnya.
Sebagai gambaran, 50 ekor sapi yang masing-masing menghasilkan sekitar 20 kilogram kotoran per hari dapat menghasilkan hingga 20 ton limbah selama periode tersebut.
BACA JUGA:Ahli Ingatkan Risiko Kontaminasi Daging Kurban saat Penanganan dan Distribusi
Sementara itu, limbah di tempat penyembelihan memiliki karakteristik berbeda dan lebih berisiko.
Limbah ini mencakup darah, isi rumen, serta saluran pencernaan yang berpotensi menimbulkan kontaminasi, terutama di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan.
“Jenis limbah di area penyembelihan memerlukan penanganan khusus karena risiko kontaminasinya lebih tinggi,” ujarnya.
BACA JUGA:Ahli Ungkap Fakta di Balik Perbedaan Daging Kurban dari Mulai Tekstur hingga Aroma
Sebagai solusi, Dr Salundik mendorong pemanfaatan limbah organik dari area penjualan, seperti feses dan sisa pakan, untuk diolah menjadi produk bernilai tambah.
“Feses dan sisa pakan dapat diolah menjadi pupuk organik seperti kompos atau vermikompos. Ini menjadi solusi praktis sekaligus memberikan nilai ekonomi,” jelasnya.
Sumber: