Pakar Ingatkan Risiko Zoonosis pada Hewan Kurban, Ini Penjelasannya

Pakar Ingatkan Risiko Zoonosis pada Hewan Kurban, Ini Penjelasannya

7 Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat Jelang Idul Adha/dok. freepik--

JAKARTA, DISWAY.ID - Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Dr drh Herwin Pisestyani menegaskan bahwa pemilihan hewan kurban yang sehat tidak hanya penting dari sisi syariat, tetapi juga menjadi langkah utama dalam menjaga kesehatan masyarakat.

“Hewan kurban seperti sapi, kambing, dan domba rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk yang dapat menular ke manusia atau disebut zoonosis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu zoonosis yang umum ditemukan pada kambing dan domba adalah orf, yakni penyakit kulit akibat infeksi virus pox.

BACA JUGA:Waspadai Daging Wagyu KW, Ini Ciri-Cirinya Menurut Pakar IPB

Penyakit ini ditandai dengan munculnya keropeng dan penebalan kulit di area mulut, hidung, kaki, hingga puting susu hewan.

Menurutnya, penularan penyakit orf kepada manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan bagian kulit hewan yang terinfeksi, terutama jika terdapat luka terbuka pada kulit manusia.

Selain orf, masyarakat juga diminta mewaspadai skabies yang disebabkan oleh tungau seperti Psoroptes bovis dan Sarcoptes scabiei.

Hewan yang terinfeksi biasanya mengalami gatal, bulu kusam, dan muncul kerak pada kulit.

BACA JUGA:Pakar Genetika Ekologi: Perdagangan Ilegal Satwa Liar Picu Risiko Pandemi Baru

“Penularan ke manusia bisa terjadi melalui kontak langsung,” jelasnya.

Dr Herwin turut menyoroti ancaman tuberkulosis hewan akibat infeksi Mycobacterium bovis. Penyakit tersebut dapat menular melalui udara yang tercemar maupun konsumsi susu yang tidak dimasak dengan baik.

“Penularan bisa terjadi jika seseorang menghirup debu atau tetesan air dari hewan yang terinfeksi atau melalui luka pada kulit,” imbuhnya.

Selain zoonosis, terdapat pula penyakit menular antarhewan seperti pink eye, septicaemia epizootica, hepatic fascioliasis, diare, penyakit mulut dan kuku (PMK), serta lumpy skin disease.

Ia menilai penyakit-penyakit tersebut dapat memicu kerugian ekonomi sekaligus meningkatkan risiko kesehatan masyarakat apabila tidak ditangani secara tepat.

Sumber: