Cara lain yang dapat dilakukan adalah merendam daging dalam air dingin tanpa membuka kemasannya, meletakkannya di papan besi khusus yang higienis, atau menggunakan microwave.
Dr Tuti mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan thawing daging beku pada suhu ruang tanpa kemasan.
Ia juga menekankan untuk tidak membekukan kembali daging yang sudah di-thawing.
Selain penyimpanan, Dr Tuti turut membagikan strategi pengolahan daging kurban yang tepat.
Ia menyarankan agar daging tidak dimasak dalam kondisi masih beku karena dapat menyebabkan tekstur menjadi alot.
BACA JUGA:Ahli Ungkap Fakta di Balik Perbedaan Daging Kurban dari Mulai Tekstur hingga Aroma
“Penggunaan bumbu kaya antioksidan serta teknik memasak dengan suhu dan waktu yang cukup juga dianjurkan untuk menghasilkan olahan yang lebih sehat dan lezat,” ucapnya.
Ia menambahkan, daging sebaiknya dimasak hingga matang sempurna, baik dengan cara direbus, dipanggang, dibakar, maupun digoreng.
Namun, masyarakat perlu menghindari memasak daging hingga gosong, terutama pada olahan sate atau daging bakar.
Untuk menghasilkan daging sate yang lebih empuk, Dr Tuti menyarankan penggunaan parutan nanas atau membungkus daging dengan daun pepaya sebelum dimasak.
Sementara itu, untuk daging kurban yang telah disimpan beku, proses penyegaran dapat dilakukan dengan merendam daging yang masih berada di dalam kemasan ke dalam air dingin hingga kembali segar sebelum diolah sesuai kebutuhan.