Memahami ADHD Sejak Dini, Berikut Gejala hingga Penanganannya

Memahami ADHD Sejak Dini, Berikut Gejala hingga Penanganannya

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang dapat memengaruhi fungsi akademik, sosial, hingga kinerja seseorang di dunia kerja. --Kabupaten Pesisir Selatan

“Apabila tidak ditangani secara tepat, risiko kegagalan studi atau pekerjaan dapat meningkat,” ucapnya.

Terkait penanganan, dr Riati menjelaskan bahwa ADHD ditangani secara multimodal dengan mengombinasikan terapi obat dan non-obat.

Terapi perilaku dan terapi kognitif-perilaku (CBT) dianjurkan untuk melatih regulasi diri, emosi, serta fungsi eksekutif.

BACA JUGA:Ramai di Media Sosial, Ahli Luruskan Fenomena Awan Kontainer

Dari sisi medis, dokter dapat meresepkan obat seperti metilfenidat atau atomoksetin untuk membantu meningkatkan fokus dan mengontrol impulsivitas.

Modifikasi lingkungan, dukungan keluarga, serta penerapan gaya hidup sehat juga berperan penting dalam membantu menstabilkan gejala.

dr Riati menekankan bahwa impulsif dan tidak tepat waktu memang termasuk gejala ADHD, namun tidak selalu menandakan seseorang pasti mengalami kondisi tersebut. 

“Diagnosis ADHD harus dilakukan oleh tenaga profesional dengan kriteria yang jelas dan menyeluruh,” ucapnya.

Sumber: