Memahami ADHD Sejak Dini, Berikut Gejala hingga Penanganannya
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang dapat memengaruhi fungsi akademik, sosial, hingga kinerja seseorang di dunia kerja. --Kabupaten Pesisir Selatan
NTB, DISWAY.ID - Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang dapat memengaruhi fungsi akademik, sosial, hingga kinerja seseorang di dunia kerja.
Psikiater yang juga dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr Riati Sri Hartini, SpKJ, MSc menjelaskan bahwa pemahaman yang tepat mengenai gejala, waktu konsultasi, serta penanganan ADHD menjadi kunci untuk mencegah dampak jangka panjang yang lebih serius.
Dalam penjelasannya, dr Riati menyampaikan, “Penderita ADHD umumnya mengalami kesulitan memusatkan perhatian dan sangat mudah terdistraksi oleh rangsangan kecil di sekitarnya. Mereka sering tidak menyelesaikan tugas sampai tuntas dan tampak seperti tidak mendengarkan ketika diajak berbicara.”
BACA JUGA:Tahukah Kamu, Ada 28 Juta Orang Indonesia Alami Masalah Kejiwaan
Selain gangguan perhatian, penderita ADHD juga cenderung gelisah, sulit diam, serta banyak bergerak meskipun berada dalam situasi yang menuntut ketenangan.
Perilaku impulsif, seperti memotong pembicaraan atau tidak sabar menunggu giliran, juga kerap muncul.
Lebih lanjut, dr Riati menegaskan bahwa konsultasi ke dokter sebaiknya segera dilakukan apabila gejala ADHD muncul sejak sebelum usia 12 tahun dan berlangsung terus-menerus selama enam bulan atau lebih.
BACA JUGA:Ahli Ingatkan Hama Wereng dan Virus Kerdil Ancam Swasembada Beras
Ia menambahkan bahwa tanda penting lainnya adalah ketika gejala tersebut muncul di lebih dari satu lingkungan, seperti di rumah, sekolah, atau tempat kerja.
“Konsultasi menjadi sangat utama ketika gejala sudah mengganggu fungsi sosial, prestasi akademik, kinerja pekerjaan, hingga menimbulkan stres berat,” jelasnya.
ADHD, menurut dr Riati, dapat berdampak signifikan terhadap prestasi akademik maupun kinerja profesional.
Penderita sering kesulitan mempertahankan fokus saat belajar atau bekerja sehingga tugas tidak selesai tepat waktu dan hasil akademik menurun.
BACA JUGA:Ahli Sebut Fenomena CENS Picu Anomali Pola Hujan Awal Tahun di Pulau Jawa
Kondisi ini juga memengaruhi motivasi dan ketekunan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Sumber: