Respons Tubuh yang Sering Diabaikan, Ahli Paparkan Penyebab Alergi
Bersin-bersin bisa jadi salah satu tanda alergi--Freepik
NTB, DISWAY.ID - Bersin berulang, hidung terasa gatal, atau muncul bentol kemerahan pada kulit sering kali dianggap sepele.
Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda alergi, yakni respons berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang.
Alergi dapat terjadi pada siapa saja dan kerap muncul tanpa disadari pemicunya.
Fenomena ini dijelaskan oleh dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Mohammad Lukmanul Hakim Winugroho, SpTHT-BKL.
BACA JUGA:Kamu Menggertakkan Gigi saat Tidur? Ahli Beri Penjelasan Ilmiahnya
Ia menyebutkan bahwa alergi berkaitan dengan respons imun yang tidak normal terhadap alergen.
“Secara sederhana, alergi adalah reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu yang disebut alergen,” ujarnya dalam tayangan IPB Pedia di IPB TV.
BACA JUGA:Bebas Kantuk Saat Mudik, Ini Saran Asupan Penting dari Ahli Gizi
Jenis dan Gejala Alergi
Secara lebih detail, dr Lukman memaparkan, dalam bidang otolaringologi (telinga, hidung, dan tenggorokan/THT), terdapat tiga jenis rinitis, yaitu rinitis alergi, nonalergi, dan infeksi.
Rinitis alergi merupakan reaksi hipersensitivitas imunologis terhadap zat asing, sedangkan rinitis non-alergi dipicu oleh faktor seperti iritan lingkungan, efek samping obat, dan gangguan hormonal.
Adapun rinitis infeksi disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur, dan biasanya disertai demam.
“Gejala alergi umumnya meliputi bersin, hidung tersumbat, serta gangguan pernapasan seperti sesak atau mengi. Pada kulit, alergi dapat muncul sebagai dermatitis atopik atau urtikaria dengan gejala gatal, ruam kemerahan, bentol, hingga kulit kering. Pemicunya beragam, mulai dari debu, serbuk sari, suhu dingin, hingga makanan dan bahan kimia tertentu,” urainya.
BACA JUGA:El Nino Godzilla Diprediksi Terjadi, Mengapa Masih Hujan? Ini Penjelasan Ahli
Faktor Risiko dan Penanganan
Ia menyebut, kerentanan terhadap alergi dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan.
Sumber: