Ahli Ingatkan Hama Wereng dan Virus Kerdil Ancam Swasembada Beras
Waspada hama ancam swasembada beras--Unair
BACA JUGA:Buktikan Manfaat Konsumsi Makanan Kukusan Bagi Kesehatan, Ini Kata Ahli
Menurutnya, penyakit virus kerdil, baik tipe kerdil rumput maupun kerdil hampa, bisa menyebar cepat bila pengelolaan di lapangan lengah, terutama pada fase awal pertumbuhan tanaman.
“Kita tidak boleh menunggu sampai sawah rusak. Pengendalian harus dilakukan sejak perencanaan tanam. Tanam serempak, varietas toleran, pemupukan seimbang, dan pemanfaatan musuh alami adalah kunci. Jadi tindakan preemtif haruslah menjadi utama dilakukan dalam pengendalian wereng dan virus kerdil ini,” tegas Khamim.
Solusi tidak cukup berhenti pada teknik budi daya di sawah. Kebijakan, tata kelola, dan kelembagaan petani juga menentukan.
Khamim memaparkan contoh nyata dari Desa Besur, tempat Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) dijalankan dengan dukungan pemerintah desa dan pendanaan dari dana desa.
Menurut Khamim, swasembada tidak akan bertahan kalau hanya berfokus pada pupuk dan pestisida. Yang harus diperkuat juga aspek manusia, kelembagaan, dan keberanian mengambil kebijakan mulai di tingkat desa hingga nasional.
BACA JUGA:Benarkah Super Flu Jenis Penyakit Baru dan Bahaya? Simak Penjelasan Ahli
“Di Besur, pemerintah desa berani mendukung SLPHT. Hasilnya, biaya budi daya turun dan produksi naik 3–5 ton per hektar. Ini bukti bahwa SLPHT dan kebijakan lokal bisa membuat pertanian jauh lebih tangguh,” ungkapnya.
Webinar Dokter Tanaman Series sendiri merupakan forum diskusi yang digagas Himasita IPB University untuk merespons isu aktual di lapangan, memperkuat jejaring pelaku pertanian, serta mendorong perlindungan tanaman yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Sumber: