Resmikan Kantor Cabang di Mataram, BRI Finance Dukung Pertumbuhan Ekonomi NTB

Resmikan Kantor Cabang di Mataram, BRI Finance Dukung Pertumbuhan Ekonomi NTB

--

MATARAM, DISWAY– PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) melakukan ekspansi jaringan ke Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Itu dilakukan untuk memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan layanan pembiayaan di wilayah Nusa Tenggara Barat. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Kantor Cabang (KC) Mataram yang berlokasi di Jl. Brawijaya No.005A, Cakranegara Selatan, Kota Mataram, pada Kamis 5 Maret 2026.

Langkah strategis ini sejalan dengan prospek ekonomi Kota Mataram yang menunjukkan tren positif.

BACA JUGA:Bangga! Kopi Tubruk Tapanuli Selatan Besutan UMKM Lokal Mendunia

Pada tahun 2024, Kota Mataram mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,12% dan menargetkan pertumbuhan hingga 8% pada tahun 2030, dengan fokus pada transformasi ekonomi hijau serta penurunan ketimpangan.

Mataram juga dinobatkan sebagai kota paling maju kedua di luar Pulau Jawa pada 2024 dengan indeks daya saing sebesar 4,29 poin. 

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran, serta UMKM khususnya subsektor kuliner dan pariwisata.

BACA JUGA:Shopee Rayakan 10 Tahun Berdayakan UMKM, Bisnis Lokal Catatkan Penjualan US$270 Miliar Lebih secara Global

Direktur Manajemen Risiko BRI Finance, Ari Prayuwana, menyampaikan bahwa pembukaan KC Mataram merupakan bagian dari strategi ekspansi perusahaan untuk memperluas penetrasi pasar di wilayah dengan potensi ekonomi yang kuat.

“Kami melihat Mataram sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Indonesia Timur yang didukung oleh sektor perdagangan, pariwisata, dan UMKM yang solid. BRI Finance hadir untuk menyediakan solusi pembiayaan yang relevan, kompetitif, dan terjangkau guna meningkatkan produktivitas masyarakat serta mendorong akselerasi ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ujar Ari di Mataram. 

Secara struktural, karakter sosial-budaya masyarakat Kota Mataram yang merupakan perpaduan suku Sasak, Bali, serta pengaruh Tionghoa dan Arab, turut membentuk ekosistem ekonomi yang unik dan resilien.

BACA JUGA:Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Jadi Motivasi untuk UMKM Terus Bertumbuh di Era Digital

Keberagaman tersebut melahirkan berbagai peluang usaha berbasis pariwisata, kuliner, dan kriya yang menjadi penggerak utama ekonomi lokal.

Kekayaan budaya seperti tenun ikat/songket dan mutiara Lombok juga mendorong berkembangnya sektor kriya bernilai tambah tinggi, sekaligus memperkuat posisi ekonomi kreatif daerah.

Sumber: