Nyepi dan Malam Takbiran, Momentum Indahnya Toleransi Beragama

Nyepi dan Malam Takbiran, Momentum Indahnya Toleransi Beragama

Gubernur Miq Iqbal melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Dr. H. Ahsanul Khalik, di Mataram, baru-baru ini. --Pemprov NTB

NTB, DISWAY.ID - Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Lalu Muhamad Iqbal mengajak seluruh masyarakat NTB untuk terus menjaga suasana toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati menjelang perayaan Hari Raya Nyepi umat Hindu yang waktunya beririsan dengan malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri umat Islam.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Miq Iqbal melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Dr. H. Ahsanul Khalik, di Mataram, baru-baru ini. 

Aka menyampaikan, Gubernur menegaskan bahwa masyarakat NTB sejak lama hidup dalam tradisi toleransi yang kuat dan saling menghargai pelaksanaan ajaran serta ritual agama masing-masing

BACA JUGA:Tren Tabungan Warga NTB Meningkat, LPS Pastikan 99,99 Persen Simpanan Dijamin

“Di NTB kita sudah sangat terbiasa hidup dalam kebersamaan. Toleransi bukan sekedar slogan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Karena itu, momentum beririsan antara Nyepi dan Idul Fitri ini justru harus menjadi contoh bagaimana masyarakat menjaga harmoni dan saling menghormati,” ujar Aka menyampaikan pesan Gubernur.

Pemerintah Provinsi NTB menegaskan bahwa di NTB, tidak ada larangan bagi pelaksanaan Pawai Ogoh-ogoh dalam rangka Hari Raya Nyepi maupun Pawai Takbiran dalam rangka menyambut Idul Fitri.

Seluruh kegiatan keagamaan tersebut tetap dapat dilaksanakan sebagaimana biasa dengan tetap memperhatikan ketertiban serta kesepahaman bersama di tingkat masyarakat.

BACA JUGA:Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Pemudik Rasakan Manfaat

Di Kota Mataram, pemerintah kota bersama tokoh agama Hindu dan Islam, panitia pawai ogoh-ogoh, panitia takbiran, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta aparat keamanan telah beberapa kali melakukan pertemuan koordinasi untuk memastikan kedua kegiatan berjalan dengan baik.

Beberapa kesepakatan yang telah dicapai antara lain terkait tata tertib pelaksanaan kegiatan, jumlah peserta termasuk pembatasan peserta dari luar daerah, pengaturan rute kegiatan, ketepatan waktu pelaksanaan, serta pengawalan oleh aparat keamanan.

Pengawalan juga dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa sejak peserta mulai bergerak dari lingkungan masing-masing hingga kegiatan selesai.

Koordinasi serupa juga dilakukan di sejumlah daerah lain di NTB, termasuk di wilayah Lingsar dan Narmada di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbwa, serta beberapa kawasan lainnya yang juga melaksanakan kegiatan serupa.

BACA JUGA:Maknai Ramadan dengan Zakat, Raih Efektivitas dan Dampak Kesejahteraan Bagi Sosial

Sumber: