Peneliti: Evolusi Buatan Kini Bukan lagi Sekedar Fiksi Ilmiah
Evolusi buatan yang dulu hanya ada dalam cerita fiksi ilmiah, kini mulai menjadi menjadi kenyataan.--
NTB, DISWAY.ID - Evolusi buatan yang dulu hanya ada dalam cerita fiksi ilmiah, kini mulai menjadi menjadi kenyataan.
Evolusi tidak lagi terbatas pada makhluk hidup secara biologis, melainkan dapat dirancang melalui komputer, robot, atau makhluk sintetis.
Apa sebenarnya evolusi buatan itu?
Ahli Genetika Ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor, menjelaskan bahwa evolusi buatan merupakan proses di mana algoritma komputer, robot, atau sistem buatan meniru mekanisme evolusi biologis seperti seleksi alam, mutasi, dan adaptasi.
BACA JUGA:35 Persen Wisudawan IPB Telah Diterima Kerja Sebelum Lulus
“Sebagai contoh, algoritma genetika dalam bidang komputasi dan robotika evolusioner memungkinkan robot belajar bergerak. Selain itu, simulasi ekosistem digital yang dikembangkan untuk membangun sistem yang mampu beradaptasi, mengevaluasi solusi optimal, atau bahkan menciptakan bentuk kehidupan buatan, semuanya menunjukkan betapa menarik dan inovatif bidang ini,” jelas Prof Ronny.
Konsep ini bukanlah hal baru. Evolusi buatan telah lama menjadi inspirasi dalam dunia fiksi ilmiah, mulai dari karya Mary Shelley Frankenstein hingga Isaac Asimov I, Robot.
Menurut Prof Ronny, karya-karya tersebut menggunakan ide evolusi buatan untuk menjelajahi batas antara manusia dan ciptaan teknologi.
BACA JUGA:Teajae Jamu Kekinian ala Mahasiswa IPB, Solusi Sehat Tanpa Ribet
“Evolusi buatan dalam karya fiksi ilmiah sering menampilkan penciptaan atau simulasi evolusi yang melampaui batas-batas evolusi biologis alami. Ini sering digunakan sebagai metafora untuk membahas masa depan manusia, teknologi, dan etika,” ujarnya.
Kini, konsep tersebut telah berkembang menjadi praktik nyata di berbagai bidang.
Evolusi buatan digunakan dalam algoritma optimasi, desain obat, hingga pengembangan sistem adaptif.
Simulasi evolusi memudahkan ilmuwan memahami dinamika genetik dan ekologi secara lebih mendalam.
Bidang ini menarik karena menggabungkan biologi, komputer, dan filsafat, sehingga memperkaya pengetahuan ilmiah.
Sumber: