NTB, DISWAY.ID - Jajanan manis dengan tampilan mencolok dan krim berwarna cerah kerap menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak.
Penampilan yang menarik serta rasa manis membuat jenis jajanan ini mudah viral di media sosial dan laris di pasaran.
Di balik tampilannya yang menggoda, muncul kekhawatiran terkait dugaan penggunaan bahan berbahaya serta tingginya kandungan gula dan pewarna buatan yang berpotensi membahayakan kesehatan anak.
Dokter Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran IPB University, dr Yusuf Ryadi, SKed, MKM, mengingatkan bahwa konsumsi makanan tinggi gula dan pewarna secara rutin berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.
BACA JUGA:POCO F8 Series Siap Guncang Indonesia 4 Februari, Cek Keunggulan dan Spesifikasi
“Dampaknya cukup serius, terutama jika dikonsumsi rutin. Asupan gula berlebih terbukti meningkatkan risiko obesitas, gigi berlubang, gangguan metabolik, dan pada beberapa anak dapat memicu gangguan perilaku serta gangguan konsentrasi,” ujarnya.
Meskipun pewarna dan perisa buatan yang digunakan bersifat food grade dan diperbolehkan secara regulasi, ia menyebut risiko tetap ada jika konsumsinya berlebihan atau berlangsung dalam jangka panjang.
Hal ini menjadi lebih krusial karena sistem metabolisme anak masih dalam tahap perkembangan.
BACA JUGA:Ramai di Media Sosial, Ahli Luruskan Fenomena Awan Kontainer
Fenomena jajanan viral dengan warna mencolok juga dinilai ikut mendorong meningkatnya masalah gizi pada anak.
Menurut dr Yusuf, tren ini berkontribusi secara tidak langsung terhadap lonjakan obesitas dan penyakit tidak menular.
“Jajanan viral umumnya tinggi gula, lemak, dan kalori, namun rendah serat serta zat gizi. Jika pola konsumsi ini menjadi kebiasaan sejak dini, risiko obesitas anak meningkat dan dapat berlanjut menjadi diabetes tipe 2, hipertensi, hingga penyakit jantung di usia lebih muda,” jelasnya.
Lebih jauh, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula sejak dini juga berdampak pada pola makan jangka panjang.
BACA JUGA:Buktikan Manfaat Konsumsi Makanan Kukusan Bagi Kesehatan, Ini Kata Ahli
Anak dapat mengalami ketergantungan rasa manis dan kesulitan menerima makanan sehat di kemudian hari.