“Preferensi rasa terbentuk sejak kecil. Jika terbiasa dengan rasa manis dan warna mencolok, anak akan kesulitan membiasakan diri dengan makanan sehat yang secara visual dan rasa cenderung kalah menarik,” ungkap dr Yusuf.
Dari sisi pengawasan, dr Yusuf menilai regulasi sebenarnya sudah tersedia, namun penerapannya di lapangan masih menghadapi banyak tantangan.
Produk jajanan rumahan, jajanan viral musiman, serta penjualan daring sering kali luput dari pengawasan rutin.
“Pengawasan terhadap takaran gula, jenis pewarna, dan bahan tambahan pada produk-produk tersebut masih menjadi celah,” katanya.
BACA JUGA:Benarkah Super Flu Jenis Penyakit Baru dan Bahaya? Simak Penjelasan Ahli
Ia menegaskan, langkah paling mendesak yang perlu dilakukan pemerintah adalah memperkuat pengawasan jajanan anak, memperjelas label kandungan gula dan bahan tambahan, serta melakukan edukasi masif kepada orang tua dan sekolah.
“Selain itu, perlu kebijakan yang mendorong terciptanya lingkungan pangan sehat, agar anak-anak memiliki akses yang mudah terhadap makanan bergizi, enak, dan aman,” tutupnya.