Ini Alasan Secara Ilmiah Kenapa Durasi Waktu Puasa Berbeda di Tiap Wilayah

Kamis 19-02-2026,04:23 WIB
Reporter : Marieska Virdhani
Editor : Marieska Virdhani

“Waktu subuh berakhir saat piringan matahari mulai terlihat di horizon timur, menandai terbitnya matahari,” tuturnya.

Perlu dicatat, tambah Prof Husin, fenomena penampakan cahaya juga terjadi sebelum fenomena fajar yang disebut sebagai fenomena fajar palsu (false dawn).

Fenomena ini terjadi karena adanya refleksi sinar matahari akibat debu antarplanet yang berada di luar atmosfer bumi.

BACA JUGA:Hewan Memutari Objek Bukan Mistis, Ini Penjelasan Ahli Secara Ilmiah

“Berbeda dengan fajar yang memiliki pola horizontal, fajar palsu memiliki bentuk menjulang vertikal ke atas dan relatif lebih samar ketimbang cahaya fajar,” ujarnya.

Sementara itu, waktu maghrib ditentukan dengan melakukan pengamatan hilangnya piringan matahari di horizon barat, menandai terbenamnya matahari.

Saat matahari terbenam dan berada di bawah horizon barat, tidak berarti sinarnya langsung menghilang karena terhalang bumi.

BACA JUGA:Apakah Baking Soda Aman Dikonsumsi Langsung? Ini Kata Ahli

Tetapi masih ada yang direfleksikan oleh atmosfer bumi.

“Saat sinar yang direfleksikan tersebut menghilang, maka berakhirlah waktu maghrib yang ditandai dengan hilangnya mega merah di langit,” urainya.

Panjang-gelombang merah yang tampak oleh pengamat saat matahari terbenam disebabkan karena panjang-gelombang panjang sedikit dihamburkan atmosfer bumi.

“Sementara yang lebih pendek sudah terhambur terlebih dahulu melalui mekanisme hamburan Rayleigh, sehingga tidak terlihat oleh pengamat,” tutupnya.

Kategori :