Mengapa Balita Cepat Tertidur Saat Berkendara? Ahli Ungkap Penjelasan Ilmiah

Rabu 18-02-2026,22:02 WIB
Reporter : Marieska Virdhani
Editor : Marieska Virdhani

NTB, DISWAY.ID - Kebiasaan membawa balita berkendara untuk membuatnya tertidur ternyata memiliki dasar ilmiah.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Yeni Quinta Mondiani, SpN, menjelaskan bahwa gerakan mengayun dan white noise dari kendaraan berperan dalam menenangkan sistem saraf bayi.

Dalam beberapa studi diperlihatkan bahwa ruangan di dalam mobil yang sedang bergerak merupakan lingkungan yang aman, hangat, dan tenang seperti di dalam rahim. 

dr Yeni menjelaskan, suara dan getaran mesin mobil menciptakan bunyi yang konsisten serta gerakan seperti mengayun, yang membantu bayi merasa rileks.

Respons bayi terhadap gerakan mengayun merupakan reaksi alami dari sistem sensorimotor mereka.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Menguat, Para Ahli Bongkar Akar Risiko Banjir Indonesia

“Penelitian menunjukkan bahwa gerakan mengayun yang lembut dan konstan dapat mengatur sistem saraf pusat dan sistem jantung bayi secara terkoordinasi sehingga membuat mereka lebih tenang,” jelasnya.

Gerakan mengayun membuat serebrum bayi merasa tenang dan memicu respons parasimpatis berupa relaksasi, penurunan denyut jantung, serta rasa nyaman.

BACA JUGA:Strategi Puasa Sehat agar Tubuh Tetap Prima dari Ahli Gizi

Serebrum atau otak kecil merupakan bagian dari sistem saraf pusat pada balita.

Bagian otak ini tergolong paling primitif dan selalu berada dalam kondisi waspada.

Fungsinya adalah memantau berbagai rangsangan dan kejadian di lingkungan sekitar.

Selain gerakan, dengungan mesin kendaraan yang stabil merupakan salah satu bentuk white noise yang menenangkan bagi bayi.

White noise adalah suara yang mengandung semua frekuensi dengan intensitas dan distribusi yang sama. 

BACA JUGA:Jangan Langsung Gorengan Saat Buka Puasa, Ahli Gizi Ungkap Dampaknya bagi Kesehatan

Kategori :