NTB, DISWAY.ID - Pernah menerima telepon misterius yang tiba-tiba terputus tanpa suara? Hati-hati, bisa jadi itu bagian dari modus penipuan digital terbaru.
Fenomena “call hening” kini marak terjadi dan menjadi pintu masuk berbagai kejahatan siber.
Dosen Program Studi Ilmu Komputer IPB University, Dr Heru Sukoco, mengingatkan masyarakat untuk tidak merespons panggilan semacam ini.
Ia menegaskan prinsip utama yang harus dipegang adalah abaikan dan jangan telpon balik.
“Jangan angkat, jangan telepon balik, blokir dan abaikan karena panggilan tersebut merupakan tahapan awal dari penipuan berbasis telepon.”
BACA JUGA:Respons Tubuh yang Sering Diabaikan, Ahli Paparkan Penyebab Alergi
Fenomena call hening sendiri diidentifikasi sebagai bagian dari social engineering atau scam yang tengah meningkat. Panggilan ini biasanya tidak bersuara atau terputus setelah beberapa detik.
Tujuannya beragam, mulai dari mengecek apakah nomor aktif, memancing korban untuk melakukan call back, hingga mengumpulkan data untuk serangan lanjutan.
Menurutnya, risiko dari panggilan ini tidak bisa dianggap sepele.
BACA JUGA:Kamu Menggertakkan Gigi saat Tidur? Ahli Beri Penjelasan Ilmiahnya
Nomor korban berpotensi masuk dalam daftar target penipuan, diarahkan ke skema lanjutan seperti one time password (OTP) dan phishing, hingga terhubung ke nomor premium berbiaya tinggi jika melakukan panggilan balik.
Untuk menghindari hal tersebut, ia menyarankan masyarakat agar tidak mengangkat telepon dari nomor tidak dikenal, terutama nomor luar negeri yang mencurigakan.
Jika memang penting, biasanya penelepon akan menghubungi kembali atau mengirim pesan singkat.
Ia juga menekankan agar tidak pernah melakukan call back.
BACA JUGA:Lebaran dan Potensi Lonjakan Sampah Makanan, Ahli Ingatkan Budaya Konsumsi yang Perlu Dibenahi