Dia yang Ngutang, Dia yang Galak! Ternyata Ini Alasannya Menurut Psikiater
Foto Ilustrasi Uang/Orang lebih galak saat ditagih utang--Indonesia.go.id
BACA JUGA:Ahli Ingatkan Hama Wereng dan Virus Kerdil Ancam Swasembada Beras
Namun, dr Riati mengingatkan, kondisi perlu diwaspadai apabila kemarahan sering muncul di berbagai situasi, sulit dikendalikan hingga menyakiti orang lain, mengganggu pekerjaan atau hubungan sosial, serta disertai keluhan lain seperti gangguan tidur berat, rasa putus asa berkepanjangan, atau perilaku berisiko.
dr Riati mengategorikan galak saat ditagih utang sebagai respons stres akut (acute stress response), yaitu reaksi normal tubuh dan otak saat menghadapi tekanan berat atau ancaman mendadak.
Respons serupa juga dapat muncul ketika seseorang merasa terancam secara psikologis, mengalami frustasi karena tujuan terhalang, menghadapi stres mendadak yang tidak terduga, berada dalam konflik interpersonal intens, atau saat kondisi fisik dan emosional tidak fit akibat kelelahan dan kurang tidur.
Ia juga menjelaskan bahwa stres keuangan, termasuk tekanan akibat utang, memang berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.
Namun, utang bukanlah penyebab tunggal gangguan mental.
“Penyebab gangguan mental bersifat multifaktor, melibatkan aspek biologis, ekonomi, sosial, dan psikologis,” katanya.
Respons seseorang saat ditagih utang juga dipengaruhi oleh siapa yang menagih.
BACA JUGA:Apakah Baking Soda Aman Dikonsumsi Langsung? Ini Kata Ahli
Jika teman atau orang dekat, reaksi yang muncul sering berupa rasa malu dan tersinggung karena harga diri dan hubungan sosial ikut terancam.
Sementara itu, jika yang menagih adalah debt collector, situasi lebih sering dipersepsikan sebagai ancaman, sehingga memicu stres akut dan respons bertahan seperti emosi tinggi atau agresi verbal.
“Meski sama-sama tampak galak, keduanya bukan tanda gangguan jiwa,” tandasnya.
BACA JUGA:Ahli Sebut Fenomena CENS Picu Anomali Pola Hujan Awal Tahun di Pulau Jawa
Terkait cara menyikapi kondisi tersebut, dr Riati menyarankan agar orang yang menghadapi individu galak saat ditagih utang tidak langsung melawan atau menekan.
“Biasanya mereka bukan ingin mencari keributan, tetapi sedang tertekan dan kewalahan. Pendekatan yang lebih baik adalah menenangkan situasi, berbicara dengan nada pelan, tidak menyudutkan, dan mengajak mencari solusi bersama,” ujarnya.
Sumber: