Hewan Memutari Objek Bukan Mistis, Ini Penjelasan Ahli Secara Ilmiah
Fenomena hewan mengitari hewan lain--IPB
“Kalkun memastikan predator benar-benar sudah mati dan tidak hanya berpura-pura mati. Pada individu muda, aktivitas ini sekaligus menjadi proses belajar mengenali ciri-ciri predator,” katanya.
BACA JUGA:Apakah Baking Soda Aman Dikonsumsi Langsung? Ini Kata Ahli
Pada semut, perilaku memutari objek berkaitan dengan identifikasi kolektif. “Semut memutari objek untuk memastikan apakah itu makanan, bangkai, atau ancaman. Mereka juga meninggalkan feromon sebagai penanda zona demarkasi untuk melokalisasi bahaya,” jelasnya.
Zona demarkasi ini akan mengunci objek yang dilingkari untuk tidak keluar atau sebaliknya supaya tidak ada individu dari kelompok lain yang masuk.
Pada saat melakukan aktivitas berputar, semut juga akan mengeluarkan feromon untuk memanggil kawanannya.
Sementara itu, pada domba, perilaku memutar dipengaruhi struktur sosial.
“Sebagai hewan ruminansia sosial, domba mengikuti perilaku pemimpin kelompok. Gerakan memutar dilakukan untuk menilai potensi bahaya, merespons bau asing, sekaligus sebagai penanda wilayah,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa seluruh perilaku tersebut berakar pada naluri bertahan hidup.
“Hewan sosial menggunakan perilaku kelompok untuk meningkatkan kekuatan, mengurangi stres, dan mengacaukan konsentrasi predator,” katanya.
Ia juga meluruskan pandangan mistis yang kerap muncul yang sering dikaitkan dengan tingkah laku hewan.
“Pada dasarnya, setiap hewan memiliki indra dengan sensitivitas berbeda yang kadang-kadang tidak mampu dirasakan oleh hewan lainnya.”
Selain itu, hukum efisiensi ekosistem bahwa tidak ada energi yang terbuang sia-sia.
“Artinya, jika ada sumber daya yang akan mati, makhluk lain secara naluriah akan memanfaatkannya,” pungkasnya.
Sumber: