Hewan Memutari Objek Bukan Mistis, Ini Penjelasan Ahli Secara Ilmiah
Fenomena hewan mengitari hewan lain--IPB
NTB, DISWAY.ID - Fenomena hewan yang bergerak memutari objek, bangkai, atau individu lain yang lemah kerap memunculkan berbagai tafsir di masyarakat, termasuk pandangan mistis.
Namun, menurut Pakar Perilaku Hewan IPB University, Dr drh Supratikno, fenomena tersebut merupakan bagian dari respons naluriah hewan yang dapat dijelaskan secara ilmiah.
Dr drh Supratikno menjelaskan, perilaku memutari individu lain pada ikan, burung, hingga mamalia merupakan bentuk efek tidak langsung dari komunikasi perilaku dan kimiawi antarsatwa.
BACA JUGA:Ahli Sebut Penyalahgunaan Whip Pink Berbahaya, Berisiko Kematian
“Pada kasus ikan yang terlihat lemah atau hampir mati lalu dikelilingi ikan-ikan kecil, yang sebenarnya terjadi adalah ikan tersebut mengeluarkan hormon stres atau substansi kimia lain. Zat ini terdeteksi oleh ikan di sekitarnya dan menarik mereka untuk mendekat,” ujarnya.
Ia menegaskan, ikan-ikan yang mendekat bukan bermaksud menolong.
“Mereka ingin mengidentifikasi apakah ikan tersebut sudah mati atau belum. Ikan mati adalah sumber makanan karena di alam berlaku hukum yang sangat efisien dimana tidak ada sumberdaya yang sia-sia.”
BACA JUGA:Makan Sehat Tak Harus Mahal, Ini Tips Ahli untuk Mahasiswa
“Selain itu, jika ikan yang sedang lemah tadi adalah individu yang tadinya dominan, ikan lain akan mendekat untuk mengancam dan mengambil alih dominasi,” jelasnya.
Meski demikian, dalam kondisi tertentu ikan yang tadinya sedang lemah dapat kembali pulih. Hal ini biasanya terjadi pada ikan yang kekurangan oksigen, bukan karena penyakit.
“Gerakan memutar ikan lain menciptakan aliran air yang membantu suplai oksigen ke insang. Selain itu, gerakan memutar bisa jadi dianggap sebagai ancaman dari ikan lain.”
BACA JUGA:Apakah Baking Soda Aman Dikonsumsi Langsung? Ini Kata Ahli
“Secara naluriah, dengan adanya ancaman tadi, ikan yang tadinya lemah akan berusaha menghindari bahaya dan bergerak sehingga secara otomatis operkulum terbuka, insangnya kembali berfungsi untuk mengambil oksigen,” tambahnya.
Fenomena serupa juga terlihat pada kalkun yang memutari bangkai predator. Menurut Dr drh Supratikno, perilaku ini adalah insting kewaspadaan.
Sumber: