BACA JUGA:MGPA Yearbook 2024, Dampak Ekonomi Event di Pertamina Mandalika International Circuit
3. Oli Diserap dengan Material Khusus
Setelah area aman, proses pembersihan dimulai dengan menaburkan material penyerap khusus oli di area yang terdampak. Serbuk ini berfungsi menyerap cairan berminyak agar tidak menyebar ke bagian lintasan lain.
Dalam kondisi tertentu, marshal akan menyikat permukaan secara perlahan agar oli terserap maksimal. Setelah didiamkan beberapa menit, sisa material dibersihkan menggunakan blower dan diarahkan ke area di luar lintasan.
4. Limbah Dikumpulkan dengan Aman
Material penyerap yang sudah bercampur oli tidak dibuang sembarangan. Marshal akan mengumpulkannya menggunakan alat khusus, lalu memasukkannya ke dalam wadah limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang sudah diberi label.
Langkah ini penting agar limbah tidak mencemari lingkungan sekitar sirkuit.
BACA JUGA:BTN Sediakan Uang Tunai RP19,67 Triliun Jelang Natal dan Tahun Baru
BACA JUGA:Aksi BUMN Peduli, Danantara Bersama BP BUMN dan BTN Kerahkan Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera
5. Lintasan Dicuci Hingga Bersih
Tahap berikutnya adalah membersihkan permukaan lintasan. Marshal menggunakan cairan pembersih low foam yang aman untuk aspal sirkuit, kemudian menggosok area tersebut dan membilasnya dengan air bertekanan tinggi.
Jika memungkinkan, pembilasan dilakukan dengan air yang cukup dan merata untuk memastikan tidak ada sisa oli yang tertinggal.
6. Dicek Ulang Sebelum Digunakan
Setelah pembersihan selesai, lintasan tidak langsung dibuka. Marshal melakukan pemeriksaan akhir untuk memastikan permukaan sudah kering, bersih, dan tidak licin.
Tanda peringatan baru akan dilepas setelah lintasan dinyatakan benar-benar aman untuk digunakan kembali.
7. Semua Dicatat dan Dilaporkan