Ia juga menyampaikan jika dalam keseharian pembelajaran telah menerapkan pendekatan yang humanis dan menyenangkan.
“Gunakan pendekatan dengan murid senyaman mungkin dan berinovasi serta kreatif mengajar walau sarana dan prasarana terbatas,” katanya.
Ia juga menyampaikan beberapa infovasi yang dibuat agar para murid semakin semangat dalam menerima pembelajaran.
“Inovasi yang digunakan melalui bentuk gim edukasi dari laptop, ice breaking yang menyenangkan, memberikan ruang diskusi dan tanya jawab dengan santai agar suasana kelas tetap hidup dan interaktif,” ucap Fathul.
Tak hanya itu, selain menyampaikan materi, Fathul juga membangun pola pikir dan motivasi siswa.
“Menggunakan contoh-contoh yang riil dan pengalaman pribadi, serta memberi motivasi untuk membangun pola pikir ke depan,” tuturnya. Ia berharap langkah tersebut dapat mendorong murid patuh dan menghargai guru.
Fathul mengungkapkan bahwa perkembangan signifikan mulai dirasakan ketika dukungan teknologi pembelajaran hadir di sekolahnya. Bantuan Papan Interaktif Digital (PID), akses internet melalui Starlink, serta tenaga surya dari pemerintah membawa dampak positif bagi proses belajar mengajar.
BACA JUGA:NTB Temukan 1 Kasus Super Flu, Ini Langkah Dinkes
“Semenjak ada Papan Interaktif Digital (PID), Starlink dan tenaga surya yang diberikan pemerintah sangat membantu pembelajaran serta kelancaran kegiatan TKA, ulangan sumatif, praktik, dan lainnya,” ungkapnya.
Kini, dengan status sebagai PPPK dan penugasan baru di SMKN 2 Buntok, Fathul membawa pengalaman berharganya menghadapi tantangan di wilayah 3T sebagai bekal untuk terus berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan.
Ia pun menyampaikan harapannya agar perhatian terhadap sekolah-sekolah terpencil terus diperkuat.
“Harapan saya pemerintah bisa memperhatikan sekolah terplosok dengan bantuan sarana memadai agar di desa tidak tertinggal dengan di kota-kota besar,” pungkasnya.
Melalui penguatan kebijakan dan dukungan nyata di lapangan, Kemendikdasmen terus mendorong terwujudnya pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa, termasuk di wilayah 3T.