Ramai Jebakan Diskon, Pakar Ingatkan Bahaya Perilaku Konsumtif selama Ramadan

Ramai Jebakan Diskon, Pakar Ingatkan Bahaya Perilaku Konsumtif selama Ramadan

Selama sebulan penuh, umat muslim dilatih untuk menahan hawa nafsu, tidak hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari berbagai perilaku berlebihan. --Freepik

Masyarakat terdorong membeli berbagai kebutuhan tambahan, mulai dari pakaian baru, hidangan khas lebaran seperti rendang, ketupat, dan opor ayam, hingga aneka kue kering. 

BACA JUGA:Pilihan Buah Terbaik untuk Berbuka Puasa, Ampuh Kembalikan Energi

Dr Megawati membagikan sejumlah tips agar masyarakat terhindar dari perilaku overbuying, terutama selama Ramadan.

Ia menekankan pentingnya manajemen dan perencanaan keuangan, salah satunya dengan menyusun daftar kebutuhan sebelum berbelanja.

Ia mengingatkan agar tidak mudah tergoda saat berbuka puasa hingga membeli makanan secara berlebihan.

Menurutnya, Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperbanyak kebaikan, bukan sekadar mengikuti keinginan sesaat.

BACA JUGA:Saran Ahli Atasi Perut Begah Saat Buka Puasa

Selain itu, Dr Megawati menyarankan untuk menahan diri dari konsumsi berlebih karena dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.

Ia juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di media sosial dan e-commerce, yang kerap memicu rasa fear of missing out (FOMO), terutama penjualan melalui live streaming.

Ia mengingatkan agar tidak mudah terpancing oleh label “limited edition” atau diskon besar, karena hal tersebut hanyalah strategi pemasaran.

Belanja secukupnya sesuai kebutuhan adalah pilihan yang lebih bijak,” pesannya.

Sumber: