Amankah Olahraga Lari Saat Puasa? Ini Penjelasan Ahli
Olahraga paling tepat selama puasa--Freepik
NTB, DISWAY.ID - Berolahraga lari saat menjalankan ibadah puasa Ramadan masih tergolong aman bagi orang sehat, selama dilakukan dengan pengaturan waktu, intensitas, serta strategi hidrasi yang tepat.
Hal tersebut disampaikan dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr Agil Wahyu Wicaksono, MBiomed.
Ia menekankan untuk memahami kondisi tubuh agar manfaat olahraga tetap optimal tanpa membahayakan kesehatan.
“Secara medis, aktivitas lari saat berpuasa tidak dilarang. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa individu sehat tetap dapat melakukan olahraga ringan hingga sedang selama Ramadan tanpa risiko kesehatan yang signifikan,” kata dia.
BACA JUGA:Cegah Diabetes, Puasa Momentum Tepat Kendalikan Minuman Manis
Namun, ia mengingatkan bahwa pelari perlu memperhatikan tiga aspek utama, yakni timing, intensitas, dan kondisi fisik sebelum berlari.
“Lari saat menjalankan ibadah puasa Ramadan sebenarnya masih tergolong aman, terutama untuk orang yang berada dalam kondisi sehat dan dilakukan dengan cara yang tepat,” ujar dr Agil.
Ia menambahkan, olahraga sebaiknya ditujukan untuk menjaga kebugaran, bukan mengejar performa maksimal.
BACA JUGA:Sosiolog Ungkap Makna dan Tradisi Munggahan Sebelum Puasa
Waktu Terbaik
Terkait waktu terbaik, dr Agil menyebut bahwa setelah berbuka puasa merupakan pilihan paling aman.
Pada fase ini, tubuh telah mendapatkan asupan makanan dan cairan sehingga risiko dehidrasi relatif lebih kecil.
Lari dapat dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang selama 30–45 menit.
BACA JUGA:Ahli Gizi: Kurma dan Tempe Kombinasi Tepat untuk Energi Optimal Selama Puasa
Selain itu, waktu menjelang berbuka juga dinilai cukup ideal untuk lari ringan berdurasi singkat sekitar 15–30 menit karena tubuh dapat segera mengganti cairan setelahnya.
Sumber: